Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

Kompas.com - 24/06/2019, 19:27 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

KAPUAS HULU, KOMPAS.com - Arman (33), tersangka pembunuhan balita 1,8 tahun, yang tak lain adik angkatnya di sebuah rumah kawasan perkebunan di Kecamatan Empenang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dijerat pasal berlapis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu, Iptu Siko Sesaria menegaskan, atas perbuatannya, Arman dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Penerapan pasal berlapis (Undang-undang tentang Perlindungan Anak dan Pasal 338 KUHP) ini atas dasar korbannya masih di bawah umur," kata Siko kepada Kompas.com, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Balita 1,8 Tahun Ini Diduga Dibunuh Abang Angkatnya

Menurut Siko, tersangka saat ini masih ditahan di Mapolres Kapuas Hulu. Setelah pemeriksaan dan pemberkasan rampung, akan segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk diadili.

"Arman masih menjalani proses pemeriksaan dan ditahan di Mapolres Kapuas Hulu," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian Polres Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, telah menangkap Arman (33), Kamis (20/6/2019) lalu.

Dia ditengarai sebagai pelaku pembunuhan balita usia 1,8 tahun, yang tak lain adalah adik angkatnya sendiri di kawasan perkebunan di Kecamatan Empenang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Peristiwa tersebut bermula Rabu (19/6/2019) pagi, saat itu kedua orangtua korban pergi bekerja di salah satu perkebunan kelapa sawit dan menitipkan anaknya kepada Arman untuk diasuh. Arman sudah dianggap seperti keluarga sendiri, karena sudah tinggal selama 8 tahun.

Usai menghabisi nyawa korban, Arman pergi meninggalkan rumah korban untuk melarikan diri.

Baca juga: Ini Motif Ayah Kandung Banting Batita ke Lantai Rumah Tetangga hingga Tewas

Namun di tengah perjalanan, Arman bertemu dengan tetangga korban. Dia kemudian bercerita, bahwa korban telah meninggal dunia, dan diminta untuk memberitahu orangtua korban.

Atas informasi itu, orangtua korban bersama sejumlah warga langsung pulang ke rumah dan melihat korban sudah tak bernyawa.

Dari pemeriksaan, selain adanya kekerasan fisik yakni luka tusuk di dagu dan perut korban, kepolisian juga menemukan indikasi adanya kekerasan seksual di tubuh balita 1,8 tahun tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lekang Oleh Zaman, Kopi Podjok Pertahankan Cita Rasa Tradisional

Tak Lekang Oleh Zaman, Kopi Podjok Pertahankan Cita Rasa Tradisional

Regional
Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Penyebaran Covid-19 di Kupang Mengkhawatirkan, Wagub NTT: Dalam Mengatasi Harus dengan Cara Paksa, Tidak Ada Kompromi

Regional
933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

933 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Semarang Belum Divaksin Covid-19

Regional
Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Tertimbun Longsor, 3 Pekerja Proyek Drainase di Karo Tewas

Regional
Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Fakta 10 Remaja di Pamekasan Curi 18 Kotak Amal untuk Beli Narkoba, Menyasar Masjid hingga SPBU

Regional
Gegera Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Gegera Jembatan Tersumbat Pohon Bambu, Sungai di Banyumas Meluap

Regional
Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Setelah 4 Hari, Pemuda yang Diterkam Buaya di Belitung Akhirnya Ditemukan

Regional
Pasca Diserang Sekelompok Orang, Mapolsek Sungai Pagu Dijaga 100 Polisi Bersenjata Lengkap

Pasca Diserang Sekelompok Orang, Mapolsek Sungai Pagu Dijaga 100 Polisi Bersenjata Lengkap

Regional
Modifikasi Lengan Baju 2 Hari Sebelum Suntik Vaksin, Bupati Sragen: Supaya Nggak Repot

Modifikasi Lengan Baju 2 Hari Sebelum Suntik Vaksin, Bupati Sragen: Supaya Nggak Repot

Regional
Ahli Sebut Banjir Bandang di Puncak Bogor Bisa Terulang, Ini Penyebabnya

Ahli Sebut Banjir Bandang di Puncak Bogor Bisa Terulang, Ini Penyebabnya

Regional
PPKM Diperpanjang, Kabupaten Semarang Batalkan Simulasi Belajar Tatap Muka

PPKM Diperpanjang, Kabupaten Semarang Batalkan Simulasi Belajar Tatap Muka

Regional
Agar Terhindar dari Risiko, Penerima Vaksin Harus Jujur soal Kesehatannya

Agar Terhindar dari Risiko, Penerima Vaksin Harus Jujur soal Kesehatannya

Regional
Fakta Pratu Kurniawan Hilang 2 Pekan Setelah Jatuh di Sungai Papua Saat Patroli, Sempat Terlihat Berenang

Fakta Pratu Kurniawan Hilang 2 Pekan Setelah Jatuh di Sungai Papua Saat Patroli, Sempat Terlihat Berenang

Regional
Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19

Bukan Lockdown, Ganjar Sebut Dukungan Masyarakat Dibutuhkan untuk Atasi Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ahyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu | Dokter Jadi Tersangka Diduga Terima Suap Pengadaan Alkes

[POPULER NUSANTARA] Ahyar Nasution: Saya Akan Pecahkan Rekor Jadi Wali Kota Tak Sampai Seminggu | Dokter Jadi Tersangka Diduga Terima Suap Pengadaan Alkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X