3 Desa di Bima Kekeringan, Polisi Kirim Pasokan Air Bersih ke Wilayah Terdampak

Kompas.com - 21/06/2019, 12:40 WIB
Anggota polisi saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga desa yang mengalami kekeringan pada Jumat (21/6/2019) KOMPAS.com/SYARIFUDINAnggota polisi saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga desa yang mengalami kekeringan pada Jumat (21/6/2019)

BIMA, KOMPAS.com- Kekeringan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan warga di tiga desa kesulitan air bersih.

Tiga desa tersebut yakni Desa Belo, Kecamatan Belo, Desa Kalampa, Kecamatan Woha dan Desa Bajo, Kecamatan Soromandi.

Warga tiga desa tersebut terpaksa mengambil air di desa tetangga, karena sumur sumber mata air di pegunungan sudah menyusut sejak satu bulan terakhir saat memasuki musim kemarau.

Baca juga: Musim Kemarau Lebih Cepat, 400 Hektar Sawah di Gunungkidul Kekeringan

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, Polres Bima menyalurkan air ke Desa Kalampa, Kecamatan Woh yang mengalami kekeringan pada Jumat (21/6/2019)

Di desa itu, petugas mengirim air bersih menggunakan mobil tangki berisi 5.000 liter. Begitu tiba, warga berdatangan dan antre dengan membawa jeriken.

Kepala Sub Humas Polres Bima, Iptu Hanafi mengatakan pengiriman air bersih tersebut adalah bentuk kepedulian aparat kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.

"Kegiatan pendistribusian air bersih ini bukan hanya menyambut Hari Bhayangkara saja, tetapi tetap berlanjut selama masyarakat masih mengalami kekurangan air bersih," kata Iptu Hanafi.

Baca juga: Ratusan Hektar Sawah di Wilayah Penyangga Bandara Kertajati Kekeringan

Selain Desa Kalampa, pendistribusian air bersih yang dilakukan Polres Bima juga akan dilakukan di daerah lain sehingga bisa meringankan beban warga.

"Kita akan lakukan secara terus menerus dengan cara bergantian antara desa satu ke desa lainnya. Untuk itu, diharapkan kepada masyarakat apabila di wilayahnya mengalami kekurangan air bersih agar menghubungi anggota Bhabinkamtibmas yang kemudian akan menyampaikan ke Polres Bima," tutur Hanafi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X