Jokowi-Ma'ruf Jadi Saksi Akad Nikah di Surabaya

Kompas.com - 20/06/2019, 14:28 WIB
Jokowi dan KH Maruf Amin jadi saksi nikah putri Rois Aam PBNU KH Miftahul Akhyar di Surabaya, Kamis (20/6/2019) handoutJokowi dan KH Maruf Amin jadi saksi nikah putri Rois Aam PBNU KH Miftahul Akhyar di Surabaya, Kamis (20/6/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menjadi saksi dalam pernikahan putri Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, di Pondok Pesantren Miftahussunnah Surabaya, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Jokowi menjadi saksi pernikahan putri Rois Aam PBNU tersebut bersama calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin.

Jokowi yang mengenakan setelan jas berwarna abu-abu dan peci berwarna hitam hadir bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi.

Dalam rombongan, turut serta sejumlah pejabat negara seperti Kapolri jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Tepat pukul 09.50 WIB, rombongan Jokowi hadir di lokasi akad nikah di Jalan Kedung Tarukan Surabaya.

Rombongan Jokowi dan Ibu Negara disambut lantunan shalawat nabi. Setelah Jokowi datang, acara akad nikah pun dimulai. 

Dalam prosesi akad nikah, KH Miftahul Akhyar sendiri yang bertindak sebagai wali nikah, sementara khotbah nikah dibacakan Habib Hasan Bin Muhammad Assegaf, dan rangkaian doa dibacakan oleh KH Ali Masyhuri, KH Anwar Mansyur dan KH Ubaidillah Faqih.

Setelah acara prosesi akad nikah, acara resepsi pernikahan digelar. Ma'ruf didaulat sebagai pembaca sambutan dengan tema pernikahan dan kehidupan berumah tangga.

Lokasi resepsi digelar di komplek pesantren yang diasuh oleh KH Miftahul. Hanya undangan yang diperbolehkan masuk dalam lokasi resepsi di kawasan padat penduduk tersebut. 

Putri Kiai Miftahul, Muktafiyah Bikanafillah, menikah dengan pasangannya, Muhammad Ismail Al Ascoli, cicit dari ulama tersohor asal Bangkalan, KH Kholil.

Kedatangan Jokowi membuat warga dan para undangan heboh. Mereka antusias ingin mengabadikan momen dengan memotret para tokoh nasional yang hadir meski dari jarak jauh.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X