Baut, Pengait, dan Pelat Sambung Rel Milik PT KAI Dicuri Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 20/06/2019, 11:24 WIB
Manajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indrajaya (kiri) dan Manajer Operasional Roeslan memberikan keterangan pers, Rabu (19/6/2019) Kompas.com/PERDANA PUTRAManajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indrajaya (kiri) dan Manajer Operasional Roeslan memberikan keterangan pers, Rabu (19/6/2019)


PADANG, KOMPAS.com-Anak di bawah umur mencuri aset PT Kereta Api Indonesia ( PT KAI) Divre II Sumatera Barat berupa baut, pengait rel, dan pelat sambung rel.

Setelah dicuri, barang-barang itu kemudian dijual kepada pemulung sehingga menyebabkan PT KAI mengalami kerugian hingga Rp 50 juta.

"Kasus pencurian ini sudah diungkap dengan pelaku tiga orang anak di bawah umur. Mereka sudah diproses pihak kepolisian namun setelah itu dilepas karena di bawah umur," kata Manajer Pengamanan PT KAI Divre II Sumbar, AKBP Jefry Indrajaya yang dihubungi Kompas.com, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Kasus Pelemparan Batu Kereta Api di Sumbar Tinggi, PT KAI Bentuk 2 Tim Patroli

Jefry mengatakan, selama tahun 2019 ini terdapat 7 kasus pencurian aset PT KAI berupa baut, pengait dan pelat sambung rel dengan lokasi kejadian di jalur kereta api Indarung-Teluk Bayur.

Dari tujuh kasus itu, hanya tiga yang terungkap dengan pelaku anak di bawah umur. Motifnya adalah untuk mendapatkan uang. Setelah dicuri kemudian dijual ke pemulung barang bekas.

"Untuk pelaku sudah proses dan diberi peringatan keras untuk tidak melakukannya lagi. Sementara pemulung dan pengumpul barang bekas tempat barang curian dijual juga sudah kita beri peringatan keras supaya tidak menerima hasil curian aset PT KAI," katanya.

Menurut Jefry, pencurian barang-barang rel kereta api itu sangat membahayakan keselamatan jalannya kereta api. Sebab bisa merusak rel dan membuat kereta api terjatuh.

"Dulu pernah kereta api hampir terjatuh karena relnya goyang akibat perkakasnya dicuri. Ini sangat berbahaya. Jika terjatuh dan menimpa perumahan masyarakat tentu berakibat fatal. Makanya kita minta warga sekitar jalur bisa ikut mengawasi jika ada pencurian," ujar Jefry.

Baca juga: Gangguan Perjalanan KRL ke Manggarai, Ini Imbauan PT KAI

Jefry mengaku untuk mengawasi aksi pencurian itu, pihaknya menurunkan polisi khusus kereta api (Polsuska) dengan berpatroli di jalur kereta api.

"Selain itu kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalur kereta api supaya menjaga keselamatan diri dan kereta api. Jangan lakukan pelemparan ke kereta api dan jangan mencuri aset kereta api," tegasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Sampah di Kabupaten Bogor Capai 2.900 Ton Per Hari Selama PSBB

Regional
Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Bayi dengan Kepala Tertinggal di Rahim Lahir Prematur, Ibu Kelelahan Jalan Kaki

Regional
Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Detik-detik Wahab Diterkam Buaya, Perbaiki Jaringan Listrik, Alami Luka Robek di Pinggang

Regional
Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Viral Video 3 Wanita Joget TikTok di Zebra Cross, Dilakukan Setiap Lampu Merah Menyala

Regional
Gara-gara Tak Nyaman Kelola Dana BOS, 64 Kepala Sekolah di Riau Mundur, Ini Penjelasannya

Gara-gara Tak Nyaman Kelola Dana BOS, 64 Kepala Sekolah di Riau Mundur, Ini Penjelasannya

Regional
Klarifikasi Dosen Uncen Terkait Perempuan Tanpa Busana Saat Webinar: Itu Anak Saya

Klarifikasi Dosen Uncen Terkait Perempuan Tanpa Busana Saat Webinar: Itu Anak Saya

Regional
Pengemudi Ugal-ugalan yang Tabrak Polisi hingga Tewas Terancam 20 Tahun Penjara

Pengemudi Ugal-ugalan yang Tabrak Polisi hingga Tewas Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Fakta Wakil Gubernur Kaltim Positif Covid-19, Sempat Nge-Drum di Acara Musik dan Terima Banyak Tamu

Fakta Wakil Gubernur Kaltim Positif Covid-19, Sempat Nge-Drum di Acara Musik dan Terima Banyak Tamu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tewas Ditabrak Pengemudi Mobil | Perempuan Siap Dinikahi Pembeli Rumahnya

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tewas Ditabrak Pengemudi Mobil | Perempuan Siap Dinikahi Pembeli Rumahnya

Regional
Video TikTok di Atas Meja Berujung Pencopotan, Pejabat Bondowoso Turun Pangkat Jadi Staf

Video TikTok di Atas Meja Berujung Pencopotan, Pejabat Bondowoso Turun Pangkat Jadi Staf

Regional
Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim Saat Ibu Berusaha Melahirkan Sendirian

Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim Saat Ibu Berusaha Melahirkan Sendirian

Regional
Takut Rapid Test, 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Mundur

Takut Rapid Test, 24 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Mundur

Regional
Pekerja Luar Daerah di Surabaya Wajib Tes Rutin Setiap 14 Hari

Pekerja Luar Daerah di Surabaya Wajib Tes Rutin Setiap 14 Hari

Regional
'Saya Menderita Dalam Hati Lihat Anak Saya Punya Tumor, Ingin Dia Lekas Sembuh'

"Saya Menderita Dalam Hati Lihat Anak Saya Punya Tumor, Ingin Dia Lekas Sembuh"

Regional
Gunung Karangetang Keluarkan Asap Setinggi 200 Meter, Warga Diminta Siaga

Gunung Karangetang Keluarkan Asap Setinggi 200 Meter, Warga Diminta Siaga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X