Mantan Direktur Umum PD Parkir Makassar Raya Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Parkir

Kompas.com - 18/06/2019, 07:04 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi


MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulsel menetapkan Rusdi Muhadir yang merupakan mantan direktur umum dan operasional PD Parkir Makassar Raya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana parkir senilai Rp 1,9 miliar tahun anggaran 2008 hingga 2014.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel Salahuddin mengatakan, Rusdi Muhadir semasa menjabat sebagai direktur operasional di PD Parkir terbukti mengambil secara ilegal uang milik perusahaan.

"Selain itu, pada saat dia menjabat sebagai direktur umum, dia menyetujui pengambilan uang yang dilakukan oleh mantan direktur utama (almarhum) yang tidak bertentangan dengan hukum," kata Salahuddin, saat diwawancara di kantor Kejati Sulsel, Senin (17/6/2019).

Baca juga: Sel Palsu hingga Pelesiran, 3 Ulah Setya Novanto Sejak Jadi Terdakwa Korupsi E-KTP

Salahuddin menambahkan, kerugian senilai Rp 1,9 miliar yang disebabkan atas tindakan Muhadir belum final. Untuk itu, penyidik, kata Salahuddin, masih akan mengagendakan pemanggilan Muhadir.

Penetapan tersangka ini sendiri dilakukan usai Muhadir diperiksa sebanyak tiga kali oleh penyidik pidana khusus Kejati Sulsel. Meski ditetapkan sebagai tersangka, Rusdi Muhadir  belum ditahan oleh penyidik.

"Ke depannya ada agenda yang akan dilakukan penyidik. Tentunya penyidik sudah menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan dalam rangka optimalisasi penanganan perkara tersebut," ujar dia.

Baca juga: Kejaksaan Ajukan Kasasi Kasus Korupsi Rp 477 Miliar yang Divonis Bebas

Kasus penyelidikan dugaan korupsi dana parkir di lingkup PD Parkir Makassar Raya sendiri itu sudah dimulai pada tahun 2018 lalu.

Hingga pada penetapan tersangka, setidaknya penyidik Kejati Sulsel sudah memeriksa 20 saksi untuk menyimpulkan dugaan korupsi di salah satu perusahaan daerah Pemerintah Kota Makassar ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UMP 2021 Tidak Naik, Ini Kata Gubernur Banten

UMP 2021 Tidak Naik, Ini Kata Gubernur Banten

Regional
Sakit, Status Penahanan Mantan Wali Kota Kupang Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Sakit, Status Penahanan Mantan Wali Kota Kupang Dialihkan Jadi Tahanan Kota

Regional
Komnas PA Bentuk Tim Advokasi atas Penganiayaan Sadis Balita di Medan

Komnas PA Bentuk Tim Advokasi atas Penganiayaan Sadis Balita di Medan

Regional
Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Pengacara Siapkan Praperadilan

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Pengacara Siapkan Praperadilan

Regional
Libur Panjang, ASN Madiun Tak Dilarang ke Luar Kota, Harus Rapid Test Saat Kembali

Libur Panjang, ASN Madiun Tak Dilarang ke Luar Kota, Harus Rapid Test Saat Kembali

Regional
1,9 Juta KRTS di Jabar Mulai Terima Bansos Tahap Ketiga

1,9 Juta KRTS di Jabar Mulai Terima Bansos Tahap Ketiga

Regional
Pemprov DIY Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Pemprov DIY Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Regional
Bahar bin Smith Ditetapkan Tersangka atas Kasus Penganiayaan, Dilaporkan Korban Tahun 2018

Bahar bin Smith Ditetapkan Tersangka atas Kasus Penganiayaan, Dilaporkan Korban Tahun 2018

Regional
Penyesalan Kiswanto Usai Bunuh Teman SD yang Juga Selingkuhannya, Tunggui Jasad Korban Berjam-jam

Penyesalan Kiswanto Usai Bunuh Teman SD yang Juga Selingkuhannya, Tunggui Jasad Korban Berjam-jam

Regional
Pilkada Surabaya 2020, 2 Paslon Saling Klaim Unggul Berdasarkan Survei

Pilkada Surabaya 2020, 2 Paslon Saling Klaim Unggul Berdasarkan Survei

Regional
Yaidah Urus Akta Kematian Anak sampai ke Jakarta, Pemkot Surabaya: Petugas Tak Punya Kapabilitas

Yaidah Urus Akta Kematian Anak sampai ke Jakarta, Pemkot Surabaya: Petugas Tak Punya Kapabilitas

Regional
Perjuangan Warga Kampung Long Isun Lawan Alih Fungsi Lahan demi Lestarinya Hutan Adat

Perjuangan Warga Kampung Long Isun Lawan Alih Fungsi Lahan demi Lestarinya Hutan Adat

Regional
Akhir Tragis Wanita Pedagang Pakaian, Disetubuhi dan Dibunuh di Hotel oleh Teman SD

Akhir Tragis Wanita Pedagang Pakaian, Disetubuhi dan Dibunuh di Hotel oleh Teman SD

Regional
Rumahnya Tertimbun Longsor Saat Hujan Deras, 2 Warga Pangandaran Tewas

Rumahnya Tertimbun Longsor Saat Hujan Deras, 2 Warga Pangandaran Tewas

Regional
Bahar bin Smith Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum: Ada Kesalahpahaman

Bahar bin Smith Jadi Tersangka Lagi, Kuasa Hukum: Ada Kesalahpahaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X