Jumlah Turis ke Bali Pun Turun gara-gara Tiket Pesawat Mahal

Kompas.com - 03/06/2019, 13:42 WIB
Menikmati matahari terbenam (sunset) di Pantai Kuta, Bali, Rabu (17/5/2017). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAMenikmati matahari terbenam (sunset) di Pantai Kuta, Bali, Rabu (17/5/2017).

DENPASAR, KOMPAS.com - Tingginya harga tiket pesawat menyebabkan turunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Penurunan tercatat mencapai 12 persen sejak Januari hingga saat ini.

"Dampak kenaikan harga tiket domestik ini sangat buruk terhadap pariwisata,  hampir di seluruh bandara sekarang sepi. Sejak kenaikan harga tiket pada Januari hingga sekarang, jumlah wisatawan domestik yang datang ke Bali turun sekitar 12 persen," Kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali A A Gede Yuniartha Putra, di Denpasar, Bali, Minggu (2/6/2019).

Sebagian wisatawan domestik yang datang berlibur ke Bali pun, lanjut dia, beralih menggunakan transportasi darat.

Baca juga: Edy Rahmayadi: Harga Tiket Pesawat Mahal, Ada yang Tak Bisa Pulang Kampung...

Yuniartha mengatakan, pelaku industri pariwisata di Bali mendukung wacana Presiden Joko Widodo yang ingin mengundang lebih banyak lagi maskapai asing "bermain" di Indonesia. Menurut dia, maskapai asing menawarkan harga tiket lebih murah dibandingkan dengan maskapai domestik.

Dia menuturkan, sejauh ini mahalnya harga tiket tidak terpengaruh pada kedatangan dari wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.

Meskipun, diakuinya, nantinya akan ada persoalan yang muncul terkait dengan maskapai, tak sedikit wisatawan dapat memilih angkutan darat sebagai alternatif dan sarana yang menarik ke depannya.

"Jadi tetap penurunan terjadi pada wisatawan domestik saja," ujarnya.

Menurut dia, banyaknya wisatawan terutama dari dalam negeri menggunakan transportasi darat untuk untuk berlibur saat ini tidak lepas dari keberadaan infrastruktur Trans Jawa, Trans Sumatera, dan lainnya.

"Kalau mereka beralih dengan transportasi darat tentu akan lebih mudah untuk mencapai destinasi, karena sekarang juga sudah dimudahkan dengan google map yang juga membuat orang mudah mencapai suatu tujuan wisatanya ke mana pun," katanya.

Secara umum, untuk angkutan Lebaran tahun ini, lanjut Yuniartha, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya yang berjalan lancar. Untuk jalur darat pun, armada-armada yang berangkat dari Bali ke luar daerah, telah dipersiapkan dengan baik.

Pemerintah Provinsi Bali optimistis jumlah kunjungan wisatawan domestik pada liburan Lebaran akan mengalami peningkatan, karena ia melihat wisatawan domestik yang tetap memilih Bali sebagai destinasi wisata saat libur panjang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X