Bupati Aceh Tamiang Kecam Perusuh di Depan Kantor Bawaslu RI

Kompas.com - 26/05/2019, 13:56 WIB
Sejumlah massa menyerang ke arah petugas kepolisian saat terjadi bentrokan Aksi 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.ANTARA/M RIsyal Hidayat Sejumlah massa menyerang ke arah petugas kepolisian saat terjadi bentrokan Aksi 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengecam perusuh yang bertindak anarkis dalam aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, di Jakarta, 22 Mei 2019 lalu.

Pernyataan keras itu disampaikan Mursil lewat video yang dikirim bagian hubungan masyarakat Pemerintah Kabuapten Aceh Tamiang ke sejumlah awak media, Sabtu (25/5/2019) kemarin.

“Saya imbau seluruh masyarakat Aceh Tamiang tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Tidak mudah terpengaruh pada pihak yang bertanggung jawab agar kerusuhan yang sama seperti di Jakarta 21-22 Mei 2019 itu terjadi di Aceh Tamiang,” katanya.


Baca juga: Hoaks, Ada Warga Garut Tewas dalam Aksi 22 Mei di Jakarta

Pasalnya, pasca pemilihan umum diharapkan masyarakat kembali ke aktivitas seperti biasa dan menjaga persatuan. Dia mengecam perusuh yang telah menodai unjuk rasa aksi damai di depan Bawaslu RI 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

“Saya mengecam keras perusuh yang menodai aksi damai menjadi kisruh. Untuk itu, saya minta aparat keamanan TNI/Polri menindak tegas pelaku kerusuhan tersebut, agar tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Mursil mengapresiasi kinerja TNI/Polri dalam penanganan aksi massa selama dua hari di Jakarta tersebut. Sehingga, massa bisa ditenangkan dan dibubarkan.

Baca juga: Tanggapan Gerindra Tasik soal Ambulans Berisi Batu saat Aksi 22 Mei

“Tindak tegas perusuh di Jakarta itu yang menodai aksi damai yang dilakukan masyarakat. Saya ajak masyarakat Aceh Tamiang bersatu dan jaga persaudaraan agar kerusuhan seperti di Jakarta tak terulang di Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sekelompok massa berakhir ricuh pada 21-22 Mei 2019 di depan kantor Bawaslu RI di Jakarta. Sejauh ini,delapan orang dilaporkan tewas dalam aksi tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X