Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban Mutilasi Meski Pelaku Sudah Ditangkap

Kompas.com - 21/05/2019, 20:12 WIB
Sugeng Santoso (49) terduga pelaku mutilasi terhadap tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang dalam konferensi pers di Kota Malang, Senin (20/5/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Sugeng Santoso (49) terduga pelaku mutilasi terhadap tubuh wanita yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang dalam konferensi pers di Kota Malang, Senin (20/5/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang Kota masih kesulitan mengungkap identitas korban mutilasi yang ditemukan di lantai 2 Pasar Besar Kota Malang. Meskipun pelaku kasus mutilasi itu sudah terungkap.

Kasubbag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum berhasil mengungkap identitas korban.

"Belum diketahui, mas," katanya melalui pesan tertulis, Selasa (21/5/2019).


Baca juga: Misteri Tulisan Sugeng di Telapak Kaki Wanita Korban Mutilasi

Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengaku pihaknya masih menunggu hasil sidik jari korban yang merupakan seorang wanita.

Sampai sejauh ini, sidik jari korban belum bisa diambil karena mayatnya sudah membusuk. Asfuri menduga, korban juga seorang tunawisa, sama halnya dengan pelaku.

"Identitas korban masih belum ditemukan. Kemungkinan korban ini seorang tunawisma juga," katanya.

"Kami masih dalami terus. Menunggu hasil pengambilan sidik jari karena sampai sekarang belum bisa diambil sidik jarinya," jelasnya.

Baca juga: Kronologi Mutilasi Wanita di Malang, Pertemuan Singkat dan Dibunuh karena Tak Bisa Melayani

Untuk mengungkap identitas korban, polisi sudah menyebar sketsa wajah korban. Sketsa wajah tersebut diambil dari potongan kepala yang ditemukan di lokasi.

Sementara itu, pelaku berhasil diungkap berdasarkan petunjuk dari tato berupa tulisan ' Sugeng' yang terdapat di telapak kaki korban.

Berdasarkan tato itu, polisi menangkap terduga pelaku bernama Sugeng Santoso (49) yang merupakan tunawisma.

Sugeng kesehariannya tidur di pojok timur lantai 2 Pasar Besar atau bekas Matahari Departemen Store, tempat potongan tubuh itu ditemukan.

Baca juga: Penangkapan Terduga Pelaku Mutilasi di Malang Berawal dari Tulisan di Telapak Kaki Korban

Sempat mengelak, Sugeng kemudian mengakui bahwa telah membunuh korban sebelum akhirnya dimutilasi. Meski begitu, Sugeng mengaku tidak mengenal korban.

Sebab, pertemuan Sugeng dan korban hanya terpaut sehari sebelum akhirnya dibunuh karena gagal memuaskan hasrat seksualnya. Sugeng mengaku belum sempat berkenalan.

Sugeng memutilasi korban menjadi enam bagian. Dua tangan, dua kaki, kepala dan tubuh. Sementara, Sugeng mentato kaki korban dengan jarum sol sepatu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X