Mengais Rezeki dari Berburu Sampah Dollar di Selatan Karawang

Kompas.com - 21/05/2019, 11:46 WIB
Sejumlah warga tengah mengangkut sampah plastik, yang merupakan ekses sampah impor yabg didatangkan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 3, Senin (20/5/2019).KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Sejumlah warga tengah mengangkut sampah plastik, yang merupakan ekses sampah impor yabg didatangkan PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 3, Senin (20/5/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Alimin, warga Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang mengaku sudah tiga bulan mencari rezeki dengan memilah sampah impor.

Alimin dan sejumlah warga lain mengaku tergiur bekerja sebagai pemilah sampah yang didatangkan dari luar negeri itu lantaran tersebar rumor banyak ditemukan uang dollar. Sehingga, sejumlah warga itu tak keberatan bekerja di tempat tersebut.

"Banyak yang penasaran, tapi saya tidak pernah menemukan uang dollar, yang ada cuma plastik dan kaleng saja," kata Alimin.

Tugas Alimin dan kawan-kawan mengumpulkan dan menjual sampah kepada pengepul. Untuk setiap satu truk sampah, kata Alimin, pengepul membeli sampah seharga Rp 1 juta.


Seperti Senin (20/52019) siang, mereka tengah mengumpulkan tumpukan sampah impor itu untuk diangkut menggunakan truk. Beberapa sampah plastik tercecer yang ditemukan Kompas.com, bungkus makanan olahan buatan Amerika, misalnya Farmer John atau Jack Links.

Baca juga: Ada Sampah Plastik di Kedalaman 11 Km Palung Mariana

Sampah impor tersebut didatangkan oleh PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 3. Anak perusahaan tersebut menjadikan sampah sebagai bahan baku kertas cokelat.

Mei Yudi Pransuri, bagian produksi castcoat PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills mengatakan, sampah impor itu didatangkan oleh perusahaannya untuk bahan baku kertas cokelat atau Brown Paper.

Sementara tumpukan sampah di samping pabrik anak perusahaan Sinar Mas tersebut merupakan eksesnya, di antaranya alumunium, plastik, dan lainnya.

"Kami sudah menunjuk vendor dari sini, tapi nyatanya tidak dimusnahkan. Makanya kami ambil kembali sebagai upaya menangani permasalahan sampah ini," kata Yudi.

Tak hanya di samping, di dalam pabrik pun menggunung sampah impor yang diikat menyerupai kubus.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X