PKB Jabar Wajibkan Seluruh Caleg Terpilih Ikut Sekolah Politik

Kompas.com - 19/05/2019, 18:51 WIB
Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda.

BANDUNG, KOMPAS.com- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Jawa Barat meminta agar para kader dan caleg yang terpilih menjadi anggota Dewan untuk patuh terhadap aturan partai.

Selain itu, para caleg yang terpilih juga wajib menunaikan janji yang diucapkan saat kampanye Pileg 2019.

“Saya keras jika aturan partai akan ditegakkan secara sungguh-sungguh. Jadi enggak boleh lagi ada anggota dewan yang terpilih dari partai tidak disiplin dan tidak mengikuti semua semua instruksi partai. Saya dalam poisis tegas ketika ada anggota dewan yang tidak aspiratif, tidak memperjuangan kepentingan konstituen, tidak menjaga marwah partai. Akan kita pecat kapan pun,” kata Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda saat ditemui di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Minggu (20/5/2019).

Baca juga: Diduga Ada Penggelembungan Suara Caleg PKB, Bawaslu NTT Lakukan Supervisi


Huda pun membeberkan beberapa instruksi awal dari PKB yang harus dipatuhi. Pertama, adalah melaporkan harta kekayaan ke LHKPN untuk para caleg yang terpilih.

“Ada satu tahapan yang harus diselesaikan semua caleg yaitu melaporkan harta kekayaanya. Karena di undang-undang disebutkan kalau ada caleg terpilih yang tak melaporkan harta kekayannya, langsung didiskualifikasi. Dia tidak boleh dilantik jadi diganti pemenang selanjutnya,” ucapnya.

Agar tidak salah melaporkan, PKB Jawa Barat bahkan menghadirkan ahli pelaporan kekayaan.

“Jangan sampai 136 caleg DPRD kabupaten/kota plus DPRD provinsi 12 orang ini ada masalah menyangkut soal tahapan. Jadi kami datangkan konsultan yang khusus mengetahui pelaporan LHKPN,” ungkapnya.

Huda menilai, tahapan ini perlu kehati-hatian karena laporan secara online sangat berisiko ketika trafic-nya tinggi.

“Waktunya pendek banget antara tanggal 22 sampai 29 Mei. Waktu yang pendek ini perlu diantisipasi. Makanya kami bikin skenario jam-jam kapan trafic-nya agak longgar. Caranya gimana, apa saja yang perlu disiapkan dan dilaporkan. Jangan sampai sudah dapat register apa yang harus di-upload belum disiapkan caleg terpilih,” tuturnya.

Baca juga: Jumat Sore, Situng KPU Pileg DPR: PKB Geser Nasdem dari Empat Besar

Instruksi kedua, PKB Jawa Barat meminta para caleg terpilih di tingkat kota/kabupaten dan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan kerja pelayanan publik dengan cara memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Nanti akan kita bikin aplikasinya yang bisa jadi panduan mereka dan setiap hari pengurus bisa mantau aktifitas caleg di seluruh Jawa Barat. Mereka harus benar-benar menunaikan janji yang sudah dikampanyekan dalam pemilu 2019,” tuturnya.

Instruksi selanjutnya, Huda mengatakan 136 caleg terpilih di kabupaten/kota dan 12 caleg terpilih di DPRD Provinsi Jawa Barat wajib untuk mengikuti sekolah politik yang akan dibuat oleh PKB Jawa Barat.

“Kita akan optimalkan peran caleg. Bulan Juli akhir kami akan bikin namanya sekolah politik PKB. Selama 10 hari mereka akan digembleng bagaimana menjadi anggota legislator yang terbaik,” tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Regional
Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Regional
Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Regional
Close Ads X