Pejabat dan Warga Akan Rayakan Waisak di Candi Borobudur, Ribuan Polisi Dikerahkan

Kompas.com - 18/05/2019, 14:23 WIB
Gelar pasukan pengamanan prosesi Waisak di Candi Borobudur, Sabtu (18/5/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Gelar pasukan pengamanan prosesi Waisak di Candi Borobudur, Sabtu (18/5/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Sebanyak 1.238 personel gabungan TNI, Polri dan instansi lain diterjunkan untuk mengamankan seluruh prosesi peringatan Tri Suci Waisak 2563BE/2019.

Mereka ditempatkan di sejumlah titik utama antara lain di Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) hingga Minggu (19/5/2019).

Baca juga: Mengintip Pindapata, Prosesi Jelang Waisak yang Baru Digelar Tahun Ini di Candi Mendut

Kepala Polres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho memaparkan, untuk pengamanan hari raya umat Buddha ini, pihaknya juga mendapat dukungan personel pasukan Brimob Polda Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Polres eks-wilayah Kedu meliputi Polres Wonosobo, Magelang Kota, Temanggung dan Purworejo.


“Kami sudah menyiapkan 1.238 personel, gabungan TNI/Polri. Kami ingin memastikan seluruh prosesi Waisak berjalan lancar dan umat nyaman beribadah,” kata Yudi seusai apel pengamanan Waisak di Lapangan drh Soepardi, Kabupaten Magelang, Sabtu (18/5/2019).

Yudi menyebutkan, selama proses ibadah, sejumlah jalur lalu lintas dari maupun ke Candi Borobudur diberlakukan buka tutup.

Baca juga: Kami Tidak Akan Terpengaruh Ikuti Gerakan People Power...

 

Pola pengalihan berlaku mulai dari pukul 11.00 WIB–16.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut ratusan umat akan melakukan kirab sarana puja dari Candi Mendut, ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.

“Kami mohon pengertian dari masyarakat yang tinggal di sekitar Candi Borobudur. Kami utamakan jangan sampai nanti ada yang sembarangan parkir. Kita utamakan untuk kenyamanan dari masyarakat, kenyamanan dari umat Buddha yang akan melaksanakan kegiatan ibadah,” ujar Yudi.

Menurut dia, sejauh ini potensi kerawanan yang perlu diwaspadai adalah aksi terorisme atau pihak-pihak yang tidak menyukai kegiatan umat Buddha ini.

Baca juga: Melihat Prosesi Pengambilan Api Suci Waisak di Wisata Api Abadi Wrapen

 

Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tidak segan melapor jika ada potensi misalnya hadirnya orang tidak dikenal atau pengumpulan massa.

“Konsentrasi massa yang mungkin akan mengganggu mohon kiranya kami dibantu, karena jumlah kami juga terbatas supaya masyarakat sendiri bisa membantu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, puncak peringatan Tri Suci Waisak 2019 tingkat nasional dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dharmasanti atau pembukaan akan dilangsungkan di Taman Lumbini  di kompleks Candi Borobudur, Sabtu malam.

Rencananya, dharmasanti akan dihadiri oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Dirjen Bimas Buddha Kemenag Caliadi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan jajaran pejabat Pemkab Magelang.

Adapun detik-detik Waisak yang akan diwarnai dengan pelepasan lampion akan dilaksanakan Minggu (19/5/2019) pukul 04.11 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Cerita di Balik Kedatangan Bupati Minahasa Selatan ke Istana, Tak Diundang Jokowi hingga Pernah Diperiksa KPK

Regional
Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Cabut Izin Mendirikan Gereja, Bupati Bantul Digugat

Regional
Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Air Sumur Mendidih di Ambon, Ini Penjelasan LIPI

Regional
'Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang'

"Terima Kasih Banyak Bapak Presiden Jokowi Sudah Kirimkan Saya Uang"

Regional
Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Pedagang Pasar Tiba-tiba Lempari Gerbang Universitas Riau dengan Sayur dan Buah

Regional
DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

DPRD Jabar Kritisi soal Komunikasi dengan Ridwan Kamil

Regional
Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X