Pabrik Miras Tradisional di Dalam Hutan Digerebek, 1,1 Ton Disita

Kompas.com - 16/05/2019, 19:49 WIB
 Polres Buton, Sulawesi Tenggara,  menggerebek dua tempat usaha pabrik minuman keras (miras) tradisional di dalam hutan Desa Wakaokili, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar 1,1 ton miras tradisional yang disimpan dalam jeriken. Dok Polres Buton Polres Buton, Sulawesi Tenggara, menggerebek dua tempat usaha pabrik minuman keras (miras) tradisional di dalam hutan Desa Wakaokili, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar 1,1 ton miras tradisional yang disimpan dalam jeriken.


BAUBAU, KOMPAS.com – Polres Buton, Sulawesi Tenggara, menggerebek dua tempat usaha pabrik minuman keras (miras) tradisional di dalam hutan Desa Wakaokili, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton.

Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi menyita sekitar 1,1 ton miras tradisional yang disimpan dalam jeriken.

“Hasil ditemukan di TKP, dari dua pemilik sebanyak 1,1 ton yang terdiri dari 900 liter tuak manis 200 liter jenis arak,” kata Kapolres Buton, AKBP Andi Herman, di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Baca juga: Agar Lebih Berani, Komplotan Begal Motor Pesta Miras Sebelum Beraksi

Ia mengatakan, hampir setiap tahun polisi melakukan razia pabrik miras tradisional di Desa Wakaokili dan hasilnya banyak ditemukan miras.

Lokasi usaha pabrik miras berada di dalam hutan dengan kondisi yang sulit karena mendaki gunung, sehingga anggota polisi harus berjalan kaki.

Saat digerebek, puluhan bahan baku miras dan juga drum tempat penyulingan diamankan polisi.

Karena medan yang cukup sulit, puluhan jeriken yang berisikan minuman keras kemudian dibawa dan dihanyutkan lewat aliran sungai. Beberapa anggota polisi berenang di sungai sambil membawa barang bukti. 

Baca juga: Polisi Gerebek Pesta Miras Oplosan di Cianjur, 12 Orang Diamankan

“Minuman itu diambil di dalam hutan, dari jalannya turun dan menyebrang sungai dan kemudian mendaki gunung. Angkutnya lewat sungai, makanya tidak semua barang bukti dibawa ke polres, karena banyak yang tertumpah karena memang kondisi lokasi dan jarak,” ujar Andi.

Andi menambahkan, penggerebekan usaha pabrik minuman keras tradisional di dalam hutan merupakan hasil dari operasi cipta kondisi dalam bulan Ramadhan.  



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Angka Kematian akibat Covid-19 di Banyumas Meningkat, Tiap Hari Lebih dari 5 Orang

Regional
17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

17 Hari Hilang, Keberadaan Prada Hengky Masih Misteri, Pencarian Tetap Dilanjutkan

Regional
Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Debat Pilkada Pandeglang Memanas, Petahana Pamer Bangun Jalan Rusak, Thoni Sebut Irna Bohongi Publik

Regional
Hasil Survei 2 Lembaga, Andi Harun-Rusmadi Ungguli 2 Pesaingnya di Pilkada Samarinda

Hasil Survei 2 Lembaga, Andi Harun-Rusmadi Ungguli 2 Pesaingnya di Pilkada Samarinda

Regional
Konflik Internal, Kader PDI-P di Kabupaten Malang Alihkan Dukungan ke Paslon Lain

Konflik Internal, Kader PDI-P di Kabupaten Malang Alihkan Dukungan ke Paslon Lain

Regional
Dari 10 Lembaga Survei di Pilkada Surabaya, 7 Unggulkan Eri Cahyadi-Armuji, Sisanya Machfud Arifin-Mujiaman

Dari 10 Lembaga Survei di Pilkada Surabaya, 7 Unggulkan Eri Cahyadi-Armuji, Sisanya Machfud Arifin-Mujiaman

Regional
Bobol Kotak Amal Masjid dan Minimarket di Kudus, Sepeda Motor Pelaku Dibakar Warga

Bobol Kotak Amal Masjid dan Minimarket di Kudus, Sepeda Motor Pelaku Dibakar Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X