Gara-gara Kartu Keluarga, Kepala Kampung di Toraja Utara Bacok 2 Warga, 1 Tewas

Kompas.com - 15/05/2019, 10:01 WIB
Kepolisian polres Tana Toraja, mengungkap motif pembunuhan sadis yang terjadi pada Sabtu (11/5/2019) lalu di dusun To Garuga, Lembang Sesean Matallo, Sesean Suloara, kecamatan Sesean Suluara, Kabupaten Toraja Utara, Selasa (14/05/2019) KOMPAS.com/AMRAN AMIR Kepolisian polres Tana Toraja, mengungkap motif pembunuhan sadis yang terjadi pada Sabtu (11/5/2019) lalu di dusun To Garuga, Lembang Sesean Matallo, Sesean Suloara, kecamatan Sesean Suluara, Kabupaten Toraja Utara, Selasa (14/05/2019)

TORAJA, KOMPAS.com – Kasus pembunuhan sadis di Dusun To Garuga', Lembang Sesean Matallo, Sesean Suloara, Kecamatan Sesean Suluara, Kabupaten Toraja Utara, pada Sabtu (11/5/2019) terungkap.

Korban adalah DP (47) dan adiknya PE (44), sementara pelaku adalah DD (42) yang juga adalah kepala kampung di wilayah itu.

Kasat Reserse Kriminal Polres Tana Toraja, AKP Jhon, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (14/5/2019) sore mengungkapkan, adik korban mendatangi pelaku untuk menanyakan Kartu Keluarga-nya yang dipegang oleh pelaku.


“Tepatnya pada Sabtu (11/05/2019) adik korban atas nama PE mendatangi rumah tersangka atau Pelaku DD, Ia ingin menanyakan tentang Kartu Keluarga (KK) mereka yang dipegang oleh tersangka atau pelaku DD, karena pelaku adalah kepala kampung di wilayah itu,” katanya, Selasa.

Baca juga: Ada Sidik Jari Pelaku Pembunuhan Fera Oktaria di Dinding Penginapan

Lima belas menit kemudian, karena adiknya tidak pulang, korban menyusul adiknya ke rumah pelaku atau kepala kampung tersebut dengan membawa senjata tajam berupa sebilah parang.

Tanpa bertanya, korban mencabut parang dan tersangka lari naik ke tongkonan dengan membawa parang namun parangnya jatuh.

Saat parangnya jatuh, tersangka tetap berlari dan mengambil parangnya dan terjadilah duel antara pelaku dan korban selama 2 menit.

“Tersangka saat terjadi duel mencabut parangnya namun tak bisa tercabut dari warangkanya tetapi tetap memainkannya. Sehingga, pada ujung parang tersangka terdapat bekas kena parang,"ucap Jhon.

Baca juga: Suami yang Habisi Istri dan 2 Anak Tiri Pernah Minta Harta dan Ancam Bunuh

Korban yang mengalami luka berlari. Jarak sekitar 8 meter, dia terjatuh dan meninggal. Adik korban yang masih berada di lokasi juga tak luput dari bacokan.

Pelaku pun meninggalkan korbannya menuju arah Rantepao. Informasi beredar jika terjadi pembunuhan dan kepolisian langsung bergerak melakukan pencarian dan penangkapan pelaku.

Jhon menjelaskan, dalam kejadian ini, pihaknya telah memeriksa saksi yakni Yohanis Tandi Limbong yang berada di TKP bersama dengan pelaku. Yohanis mengetahui peristiwa ini terjadi bahkan sempat dipukuli oleh korban.

“Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP berbunyi barang siapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dipidana karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Regional
Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Lamborghini Keluar Asap Tebal di Surabaya, Cek Legalitas hingga Diduga Komponen Mobil Terbakar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

[POPULER NUSANTARA] Jasad Balita Ditemukan Tanpa Kepala | Mahasiswi Tewas Terkubur di Belakang Kos

Regional
11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

11 Dokter Disiapkan Tangani Bayi yang Derita Hydrocephalus di Surabaya

Regional
Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Alasan Bayi yang Derita Hydrocephalus dan Ibunya Dievakuasi ke Rusun

Regional
2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

2 Induk Harimau Sumatera Dibunuh, 4 Janinnya Disimpan dalam Toples

Regional
Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Dugaan Gratifikasi, Eks Kepala BPN Denpasar Ditetapkan Tersangka

Regional
5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

5 Fakta Mahasiswi Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Indekos, Hilang 3 Hari hingga Penjaga Kos Mendadak Pergi

Regional
Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Bayi yang Derita Hydrocephalus Akan Jalan Rekonstruksi Wajah secara Bertahap di RSUD dr Soetomo

Regional
Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Fakta Tukang Tambal Ban Bakar Hidup-hidup Juru Parkir, Berawal dari Pergoki Istri Berduaan di Halaman Hotel

Regional
Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Cerita Miris Bocah 9 Tahun Dipaksa Mengemis oleh Ibu Kandung, Mnimal Rp 50.000 hingga Hanya Diberi Makan 2 Kali

Regional
Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Curi Motor, Tak Sadar Jual ke Pemiliknya Sendiri

Regional
Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Jalan Desa Ambles Dua Meter di Perbatasan KBB dan Kabupaten Cianjur

Regional
Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X