Meski Diversi, Geng Siswi SMA Pengeroyok Pelajar SMP Tetap Kena Sanksi Pelayanan Sosial

Kompas.com - 14/05/2019, 15:42 WIB
Kuasa hukum AU (14), Daniel Tangkau (tengah) berbicara dengan kuasa hukum ketiga pelaku pengeroyokan Deni Amirudin (kiri), di Kantor Kejaksaan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/5/2019).KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Kuasa hukum AU (14), Daniel Tangkau (tengah) berbicara dengan kuasa hukum ketiga pelaku pengeroyokan Deni Amirudin (kiri), di Kantor Kejaksaan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/5/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Upaya hukum diversi atas kasus pengeroyokan AU (14), seorang siswi SMP oleh geng siswi SMA yang digelar Kejaksaan Negeri Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (14/5/2019) mencapai kesepakatan.

Sejumlah poin kesepakatan pun telah disetujui kedua belah pihak dan akan ditandatangani pada 23 Mei 2019.

Namun demikian, poin kesepakatan tersebut tidak menggugurkan rekomendasi Bapas Pontianak untuk memberikan sanksi pelayanan sosial selama tiga bulan.

"Kesepakatan-kesepakatan yang dibuat antar-dua pihak di kejaksaan dalam forum diversi ini tidak menggugurkan sanksi pelayanan sosial," kata kuasa hukum ketiga pelaku, Deni Amirudin, Selasa siang.


Sanksi pelayanan sosial berupa kerja sosial di Bapas, selama tiga bulan," sambungnya.

Baca juga: Polisi Limpahkan Berkas Perkara Pengeroyokan Siswi SMP oleh Geng Siswi SMA ke Kejaksaan

Selain itu, Bapas Pontianak juga boleh menambah lamanya pemberian sanksi jika ketiganya tidak menjalani hukuman dengan baik.

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Pontianak, Panama Manurung memastikan akan mengawasi penuh pelaksanakan sanksi pelayanan sosial tersebut.

"Dalam peraturan yang ada, Bapas akan mengawasi secara penuh sanksi pelayanan selama tiga bulan," tutupnya.

Diberitakan, upaya diversi atau penyelesaian perkara di luar pengadilan ini akhirnya mencapai kata sepakat.

Perwakilan kedua belah pihak yang didampingi Bapas Pontianak, Pengadilan Negeri Pontianak dan KPPAD Kalbar, menyetujui untuk tidak membawa perkara tersebut ke meja hijau.

"Sudah selesai. Kedua belah pihak menyetujui sejumlah kesepakatan yang dibuat," kata kuasa hukum korban, Daniel Tangkau, Selasa siang.

Daniel menyebut, ada beberapa poin kesepakatan dalam diversi kali ini, yakni pihak keluarga anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) akan melakukan silaturahmi ke keluarga korban.

Baca juga: Ini Hasil Visum Siswi SMP di Pontianak yang Dikeroyok Siswi SMA

Kemudian mereka akan menyampaikan permohonan maaf, baik di media sosial, media massa cetak maupun elektronik selama tiga hari berturut-turut.

"Pada tanggal 23 Mei mendatang akan ditandatangani kesepakatan bahwa kasus ini diselesaikan di luar persidangan," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X