Kepala Indomaret Ini Dalangi Perampokan Tokonya, Uang Rp 94 Juta Dibawa Kabur

Kompas.com - 13/05/2019, 23:51 WIB
Ketiga pelaku perampokan minimarket di OKI Sumsel termasuk kepala toko yang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres OKI, Senin (13/5/2019). KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAKetiga pelaku perampokan minimarket di OKI Sumsel termasuk kepala toko yang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres OKI, Senin (13/5/2019).

KAYUAGUNG, KOMPAS.com - Tiga dari lima perampok di sebuah minimarket Indomaret di Jalan Darma Jambi, Kecamatan Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap petugas kepolisian, Senin (13/5/2019).

Tiga perampok yaitu Ardian Bentar (30), Ujang (27), dan Jalil (33), diamankan setelah merampok minimarket tersebut, Selasa (8/5/2019) malam. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran,

Diketahui Ardian yang merupakan otak pelaku perampokan, merupakan kepala Indomaret. Ardian mengajak temannya untuk merampok uang. Dalam aksi itu, pelaku menggondol uang diberangkas sebesar Rp 94 juta.

“Karena banyak kejanggalan akhirnya dilakukan pendalaman terhadap kepala toko Ardian Bentar. Akhirnya setelah ditunjukkan sejumlah barang bukti, oknum kepala toko itu mengakui keterlibatannya termasuk mengaku dirinya yang menjadi otak perampokan,” kata Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra, Senin.

Baca juga: Identitas Komplotan Pelaku Perampokan di Mesuji Raya OKI Perlahan Mulai Terungkap

Donni mengatakan, pengungkapan berawal saat Ardian yang bekerja sebagai kepala toko dan menjadi otak perampokan mengajak dua rekannya, Ujang dan Jalil untuk merampok minimarket tempat ia bekerja.

Modusnya dengan datang saat malam hari dan mematikan NSB listrik minimarket agar kamera CCTV tak berfungsi dan tak bisa merekam wajah mereka.

Setelah listrik padam, Ujang dan Jalil masuk ke dalam minimarket dan mengancam para pegawai menggunakan senjata tajam untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang.

Di bawah ancaman, Ardian langsung mengarah ke gudang tempat berangkas diletakkan dan membuka berangkas. Pelaku mengambil uang Rp 94 juta dan kabur.

Ardian kemudian melapor ke polisi.

Donni mengatakan, saat pemeriksaan, ditemukan banyak kejanggalan. Saat diperiksa intensif, Ardian akhirnya mengaku bahwa dia yang merencanakan hal itu.

Baca juga: Polisi Bentuk Tim Khusus Ungkap Perampokan Bos Toko Emas di Palembang 

Ardian kemudian menyampaikan ciri-ciri para pelaku dan tempat tinggalnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X