Polisi Bentuk Tim Khusus Ungkap Perampokan Bos Toko Emas di Palembang 

Kompas.com - 08/04/2019, 14:24 WIB
Toko Mas Sinar Mas yang menjadi korban perampokan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (9/9/2018). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAToko Mas Sinar Mas yang menjadi korban perampokan di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (9/9/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan (Sumsel) membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus perampokan terhadap Djulijono (71) dan Kevy (65) yang merupakan bos toko emas "Sinar Mas". 

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, mereka saat ini telah mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap indentitas empat pelaku perampokan yang terekam CCTV tersebut. 

Namun, disisi lain, ia pun menyayangkan tindakan korban yang membawa emas senilai Rp 1,6 miliar hanya menggunakan becak motor (bentor) tanpa adanya pengawalan dari petugas kepolisian. 

"Semestinya memang ada pengawalan, tidak hanya naik bentor begitu. Tapi kasus ini sudah kita tangani tim khusus sudah dibentuk,"kata Zulkarnain, Senin (8/4/2019). 

Baca juga: Empat Pelaku Perampokan Bos Toko Emas di Palembang Terekam CCTV

Zulkarnin menjelaskan, para pelaku diduga telah lebih dulu mengintai korban untuk mengetahui aktivitasnya. 

Setelah mengetahui jadwal korban keluar rumah untuk berdagang mereka pun langsung beraksi. 

Meski demikian, Kapolda Sumsel masih enggan menyebutkan jika adanya informasi dari orang dalam yang diberikan kepada pelaku. 

"Yang pasti beberapa dari pelakunya akan saya sikat betul. Nanti hasil dari penyelidikan bisa diketahui (dugaan keterlibatan orang dalam),"ujarnya. 

Baca juga: Fakta Perampokan Emas Senilai Rp 1,6 M di Palembang, Terjadi di Siang Bolong hingga Pelaku Lukai Korban

Sebelumnya, kasus perampokan menimpa Djulijono dan istrinya Kevy pada Rabu (3/4/2019) kemarin. Keduanya saat itu hendak menuju ke toko emas mereka untuk berdagang. 

Namun, ketika melintas di Jalan Dempo Luar, Kecamatan Ilir timur I Palembang, empat pelaku dengan mengendarai sepeda motor langsung menghadang korban. 

Akibat dari kejadian tersebut, 10 keping logam mulia dengan masing-masing seberat 100 gram, serta perhiasan emas 1,7 kilogram berhasil dibawa kabur pelaku. 

Selain itu, Djulijono dan istrinya pun mengalami luka bacok. 

Baca juga: Polisi Duga Ada Informasi Orang Dalam Terkait Perampokan Bos Toko Emas di Palembang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

114 Penyelenggara Pemilu Diduga Dukung Paslon Independen di Pilkada Lamongan

114 Penyelenggara Pemilu Diduga Dukung Paslon Independen di Pilkada Lamongan

Regional
Cerita Kapten Ikhlas yang Lawan Virus Corona dengan Pikiran Positif

Cerita Kapten Ikhlas yang Lawan Virus Corona dengan Pikiran Positif

Regional
Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Tangkap Bandar Narkoba di Mataram, Polisi Sita 3 Kilogram Sabu

Regional
UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

UTBK-SBMPTN 2020 di Surabaya, Calon Mahasiswa Wajib Bawa Hasil Rapid Tes Nonreaktif

Regional
Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Gubernur Kalbar Ancam Copot Kepala Dinas yang Diam-diam Dukung Paslon di Pilkada 2020

Regional
Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Kronologi Gagalnya Penyekapan dan Penganiayaan di Tanjung Balai, Saat Mobil Pelaku Tabrak Ambulans, Patroli Polisi Lewat

Regional
Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Kasus Dugaan Salah Tembak 2 Petani di Poso Diambil Alih Mabes Polri

Regional
Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Pegunungan Arfak Meninggal, Pemakaman Sesuai Protokol Covid-19

Regional
Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Seorang Dokter Senior di Probolinggo Meninggal karena Covid-19

Regional
Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Mulai 3 Juli, Tiga Ruas Jalan Protokol di Surabaya Kembali Ditutup

Regional
Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Cerita Abdi Dalam Keraton Solo yang Menganggur akibat Wabah, Hidup Bergantung Bantuan

Regional
Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Warga Sleman Terinfeksi Virus Corona Setelah Temani Ibunya di Rumah Sakit

Regional
Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Remaja Nekat Membegal, yang Dibegal Kakak Sendiri, Korban Ditusuk lalu Dibawa ke RS

Regional
Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi 'Pilot Project' se-Jabar

Kota Sukabumi Bikin Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Jadi "Pilot Project" se-Jabar

Regional
Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Begini Kata Risma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X