Di Polewali Mandar, Ada Tasbih Sepanjang 38 Meter yang Berusia 400 Tahun

Kompas.com - 12/05/2019, 13:15 WIB
Tasbih Raksasa Sepanjang 38 Meter Jadi Teman Ngabuburit Jamah Mesjid di Polman Sambil Tunggu Waktu Buka Uasa KOMPAS.ComTasbih Raksasa Sepanjang 38 Meter Jadi Teman Ngabuburit Jamah Mesjid di Polman Sambil Tunggu Waktu Buka Uasa


POLEWALI MANDAR, KOMPAS.comTasbih sepanjang 38 meter yang diperkirakan berusia 400 tahun digunakan untuk berdzikir saat ngabuburit oleh jemaah Masjid Nurul Hidayah Binuang di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar Polman, Sulawesi Barat

Jemaah khusyuk melantunkan zikir dan doa setelah salat Ashar berjamaah hingga menjelang buka puasa dengan menggunakan tasbih raksasa.

Tasbih tersebut merupakan peninggalan salah satu ulama tokoh penyebar agama Islam di tanah Mandar, tepatnya di wilayah Kerajaan Binuang, Polewali Mandar pada sekitar abad 16.

Baca juga: Sidak Rumah Sakit Jiwa, Khofifah Bagi-bagi Tasbih

Tasbih tersebut disimpan Muslimin warga Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Ia mengatakan tasbih tersebut terdiri dari 3.300 butir dan terbuat dari buah Manjakani yang dibawa nenek moyangnya yaitu Syekh Abdul Kadir atau dikenal dengan nama Haji Mallawi dari Arab.

Syekh Abdul Kadir dikenal sebagai ulama yang pertama kali menyebarkan agama islam di wilayah Kerajaan Binuang.

Muslimin adalah generasi keenam dan menjadi pewaris tunggal dari tasbih raksasa ini.

“Karena dianggap memiliki berkah, banyak bijinya sempat hilang karena diambil warga untuk hajatan. Sebagian bijinya sudah tidak asli lagi karena diganti dengan biji lain,” jelas Muslimin,, yang juga imam Masjid Nurul Hidayah.

Baca juga: Jokowi Diberi Sorban dari Mbah Moen dan Tasbih dari Habib Luthfi

Selain untuk dzikir saat ngabuburit, tasbih tersebut juga dikeluarkan di waktu-waktu tertentu seperti hajatan dan tahlilan kematian.

Muslimin menjelaskan ada beberapa pihak yang mendatanginya dan meminta agar tasbih tersebut disimpan di museum, namun ia menolaknya.

"Keluarga Syeh Abdul Kadir akan tetap menjaga dan melestarikan warisan tasbih yang penuh sejarah ini," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X