Hindari Kecurangan, Pemkot Surakarta Terapkan Parkir Elektronik di Koridor Ngapeman

Kompas.com - 09/05/2019, 14:53 WIB
Petugas parkir Koridor Ngapeman Jalan Honggowongso, Joko Waluyo menunjukkan alat parkir elektronik dalam soft launching di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPetugas parkir Koridor Ngapeman Jalan Honggowongso, Joko Waluyo menunjukkan alat parkir elektronik dalam soft launching di Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melakukan soft launching piloting e-parkir atau parkir elektronik berbasis tunai dan non-tunai di Koridor Ngapeman Jalan Honggowongso, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, penerapan parkir elektronik di kawasan tersebut untuk menghindari terjadinya gesekan antara petugas parkir dengan pengguna parkir terkait tarif parkir.

Hal itu juga untuk memberikan kepastian pembayaran bagi para pengguna jasa parkir. Dengan demikian, petugas parkir tidak bisa secara sembarang menarik tarif parkir di luar ketentuan.

Sebab, sambung Hari setiap petugas parkir dibekali dengan alat untuk mencatat pelat nomor kendaraan pengguna jasa parkir. Sehingga berapa lama kendaraan itu parkir semua tercatat melalui alat tersebut.

"Kendaraan masuk parkir langsung dicatat pelat nomornya. Nanti mau keluar berapa jam, progresif atau tidak. Jadi sudah tidak ada lagi gesekanan antara petugas parkir dan pengguna parkir," kata Hari di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Baca juga: Lebaran 2019, Dishub Surakarta Kurangi Rest Area Menjadi 3 Lokasi

Penerapan parkir elektronik tersebut masih tahap uji coba. Pemkot Surakarta bekerja sama dengan PT Telkom Witel Solo sebagai penyedia alat. Alat yang digunakan untuk parkir elektronik tersebut baru lima unit.

Hari menjelaskan, dipilihnya kawasan Jalan Honggowongso sebagai tempat diterapkannya sistem parkir elektronik karena pengaturan kendaraan yang lebih mudah.

"Nanti akan kita kembangkan tidak hanya di tempat ini. Kawasan ini masuk zona C tarif parkir retribusi parkir di tepi jalan umum," ungkap Hari.

Baca juga: 17 Kali Ikut Pemilu, Wali Kota Surakarta Anggap Tahun Ini Paling Berat

Merujuk Perda Kota Surakarta No 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah dan Perwali Surakarta No 16 Tahun 2011 tentang Zona Parkir di Tepi Jalan Umum, bahwa tarif parkir untuk kendaraan sepeda motor sebesar Rp 2.000, mobil Rp 3.000, bus/truk sedang Rp 5.000 dan bus/truk besar Rp 7.000.

Jumlah besaran tarif parkir tersebut untuk satu kali parkir maksimal satu jam. Setiap satu jam kelebihannya pengguna parkir dikenakan tarif parkir tambahan sebesar 100 persen.

"Kita uji caba alatnya dulu. Pembayaran masih tunai. Kalau memungkinkan akan kita dengan cash less. Tapi harus banyak pilihannya apakah pakai Go-Pay, OVO dan lain-lainnya. Jadi tidak hanya satu," ujar dia.

Seorang petugas parkir Koridor Ngapeman, Joko Waluyo Setiawan mengatakan, akan menyesuaikan penggunaan alat parkir elektronik tersebut. Selama ini dia dan sejumlah petugas parkir lainnya masih menggunakan cara manual.

"Ini baru pertama kali coba pakai alat sistem parkir elektronik. Harapannya bisa meningkatkan pendapatan," ungkap Joko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Ratusan Ikan di Cianjur Mati Mendadak Diduga Akibat Aeromonas

Regional
Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Gubernur Edy: Januari 2020 Lelang Dibuka, Tender yang Benar, Jangan Ada Istilah Aneh-aneh

Regional
Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Detik-detik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa

Regional
Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Pakai Knalpot Racing, Pengendara Motor di Cianjur Ditilang

Regional
Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Subuh-subuh, Seorang Pria di Bandung Pamer Kemaluan di Depan Wanita

Regional
Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Seorang Ibu di Ciamis Jual Ganja 1 Kilogram Per Bulan

Regional
Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Awal 2020, Proyek Jalan Metropolitan Medan-Karo Segera Dimulai

Regional
Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Hujan Lebat di Pangkal Pinang, Lalu Lintas Tersendat karena Jalan Banjir

Regional
Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Mari Bantu Siswa SD Filial yang Berseragam Lusuh dan Gedung Sekolah Rusak

Regional
Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Penjelasan Pemda soal Orangtua dari Bayi yang Jenazahnya Dibawa Paksa Ojol Tak Miliki JKN

Regional
Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Inovasi Sulsel Buka Direct Call Export Sukses Tingkatkan Nilai Ekspor

Regional
Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Kajari Parepare: di Atas Lubang Pemusnahan Detonator Kerap Ditempati untuk Pembakaran Sampah

Regional
Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Ini Alasan Pria Bunuh Kekasih yang Jenazahnya Terbungkus Seprai

Regional
Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Sebagian Patah Tulang

Regional
Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Benci Mantan Suami, Ibu Siksa Anak Balitanya hingga Patah Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X