Wali Kota Padang Larang Penayangan Film "Kucumbu Tubuh Indahku"

Kompas.com - 09/05/2019, 10:31 WIB
Kucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger. IVY LEAGUE MUSICKucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger.

PADANG, Kompas.com - Walikota Padang Mahyeldi menolak film ‘ Kucumbu Tubuh Indahku’ yang digarap oleh sutradara Garin Nugroho ditayangkan di Kota Padang, Sumatera Barat. Dia menilai, film tersebut bertentangan dengan norma agama, sosial dan budaya masyarakat Kota Padang.

"Betul, film itu kita tolak tayang di Padang. Kita telah mengirimkan surat ke Lembaga Sensor yang ditembuskan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Sumbar, Komisi Penyiaran Indonesia, dan KPID Sumbar," kata Mahyeldi  kepada Kompas.com, Kamis (9/5/2019).

Baca juga: Wali Kota Pontianak Larang Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku

Menurut Mahyeldi, penolakan itu dikarenakan konten film itu jelas bertentangan dengan norma agama, sosial dan nilai budaya yang dianut masyarakat Kota Padang yang berlandaskan Adat Basandi Syara'-Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).


Penolakan tersebut, menurut Mahyeldi bukan hanya terjadi di Padang, tapi juga di sejumlah daerah seperti Depok, Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Bukan hanya Padang saja menolak, tapi di daerah lain juga. Film ini mengandung unsur lesbian, gay, biseksual dan transgender  yang ditolak ada di Kota Padang," tegasnya.

Baca juga: Bupati Kubu Raya Larang Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di Transmart

Mahyeldi mengatakan, pemutaran film itu dinilai dapat menimbulkan keresahan dan konflik sosial di tengah masyarakat, sehingga dapat mengganggu ketertiban dan ketentraman di Kota Padang. 

“Banyak hal yang membuat kita di Kota Padang memboikot penayangan film ini. Kita berharap melalui surat yang kita layangkan dapat disikapi secara nasional,” ujar Mahyeldi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X