Wali Kota Pontianak Larang Penayangan Film "Kucumbu Tubuh Indahku"

Kompas.com - 27/04/2019, 13:51 WIB
Wali Kota Pontianak,Kalimantan Barat,  Edi Rusdi Kamtono. KOMPAS.com/HENDRA CIPTA Wali Kota Pontianak,Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) Edi Rusdi Kamtono juga mengeluarkan surat edaran yang melarang penayangan film " Kucumbu Tubuh Indahku" di bioskop Ahmad Yani Mega Mall Pontianak.

Surat tersebut ditujukan ke Manajemen Ahmad Yani Mega Mall Pontianak, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar dan Gubernur Kalbar, tertanggal Jumat (26/7/2019).

"Pemerintah Kota Pontianak merasa keberatan dengan rencana pemutaran film "Kucumbu Tubuh Indahku"," tulis Edi, dalam surat yang beredar di grup-grup Whatsapp wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Menurut Edi, Pemerintah Kota Pontianak saat ini sedang giat menggalakkan program yang bertujuan melindungi masyarakat dari kekerasan di dalam keluarga, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

Baca juga: Bupati Kubu Raya Larang Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku di Transmart

"Juga melindungi dari hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat," lanjutnya.

Selain melarang penayangan, Edi juga minta pihak terkait menutup akses informasi film tersebut, baik melalui media massa maupun media sosial di Kota Pontianak.

Edi menilai, film tersebut, dapat memberikan dampak negatif pada prilaku sosial masyarakat. Terutama adanya perilaku seksual menyimpang.

Serta khawatir mempengaruhi cara pandang masyarakat khususnya generasi muda.

"Bertentangan dengan nilai-nilai agama," jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, Muda Mahendrawan, juga membuat surat edaran serupa, yang melarang penayangan film itu di Transmart Kubu Raya.

Baca juga: Pemkot Depok Larang Film Kucumbu Tubuh Indahku Tayang di Bioskop

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X