Tokoh Agama di Kota Tasikmalaya Imbau Semua Pihak Terima Hasil Pemilu

Kompas.com - 09/05/2019, 08:31 WIB
KPU Kota Tasikmalaya saat mengelar rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2019, Senin (6/5/2019) dini hari tadi.KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA KPU Kota Tasikmalaya saat mengelar rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2019, Senin (6/5/2019) dini hari tadi.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Forum Pondok Pesantren (FPP) Kota Tasikmalaya, mengapresiasi pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 di kota santri tersebut berjalan lamcar, aman dan damai.

Hal ini tentunya merupakan hasil keberhasilan semua pihak, mulai dari penyelenggara pemilu, kepolisian-TNI, dan seluruh elemen masyarakat selama ini.

"Kami mewakili ponpes, sangat mengapresiasi semua pihak sebagai penyelenggara pemilu pileg dan pilpres secara nasional, khususnya di Kota Tasikmalaya. Secara umum telah berjalan dengan aman, lancar, dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas Ketua FPP Nono Nurul Hidayat kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Prabowo-Sandi Menang, BPD Sumedang Terima Hasil Pemilu 2019


Melihat hasil pleno KPU Kota Tasikmalaya kemarin, lanjut Nono, pihaknya meminta semua pihak untuk berjiwa besar dan menerima hasil proses demokrasi tersebut.

“Siapa pun yang kalah harus legawa dan menerima dengan lapang dada, terutama (hasil) pilpres. Pihak menang jangan jumawa atau sombong, harus tetap menjaga kebersamaan semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Hasil penghitungan rekapitulasi suara yang telah disahkan melalui rapat pleno tingkat Kota Tasikmalaya menyebutkan, calon presiden 02 unggul 73,76 persen dari calon presiden nomor urut 01 yang hanya mendapatkan 26,24 suara di Kota Tasikmalaya.

Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno meraih 314.528 suara. Sedangkan, Jokowi-Maruf Amin hanya mendapatkan 111.805 suara dari jumlah DPT Kota Tasikmalaya sebanyak 484.388 pemilih.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, Ate Musodik, sangat mengapresiasi proses pelaksanaan pemilu sampai dengan hasil akhir rekapitulasi suara yang dilaksanakan selama dua hari kemarin.

Rapat pleno KPU pun berjalan aman, tertib dan tak menimbulkan ekses yang bisa mencederai demokrasi.

"Kerja keras dengan jiwa pengabdian yang tinggi mulai dari penyelenggara pemilu, KPUD, Bawaslu Kota Tasik dan aparat keamanan, Polres Tasikmalaya Kota, TNI serta semua pihak. Proses demokrasi di Kota Tasikmalaya pun telah berjalan aman," katanya.

Pihaknya meminta seluruh umat Islam di Tasikmalaya supaya tak terpancing aksi-aksi yang menyebabkan perpecahan umat. Apalagi tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam selama ini.

"Sekarang bagaimana caranya kita saling berlomba dalam kebaikan, untuk meningkatkan kekuatan ekonomi umat," tambahnya.

Hal sama disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Ahmad Junaedi.

Baca juga: DIY Tidak Beri Santunan ke Petugas Pemilu yang Gugur, Ini Alasannya...

Junaedi mengatakan, keberhasilan pileg dan pilpres kemarin terlihat dari sinergitas seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan, serta antusiasme masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya.

"Sekarang tahun ini partisipasi pemilih di Kota Tasikmalaya, paling besar dari tahun-tahun sebelumnya mencapai 87,49 persen," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X