Kompas.com - 08/05/2019, 18:15 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (memakai kacamata) saat kunjungan ke Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Rabu (8/5/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOGubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (memakai kacamata) saat kunjungan ke Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Rabu (8/5/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, pemerintah DIY tidak akan memberikan santunan kepada petugas pemilu yang gugur.

Sebab, jika sudah diberikan bantuan oleh KPU, dikahawatirkan menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Lho kan sudah ada (santunan) dari KPU Rp 36 juta itu," kata Sultan ditemui seusai kunjungan kerja di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: Sultan Ajak Masyarakat untuk Berhemat saat Ramadhan

Berdasarkan surat Menteri Keuangan nomer S-316/KMK.02/2019 kepada Pemimpin KPU. Dalam ketentuan ini, pemerintah memberi petugas yang meninggal dunia Rp36 juta.

Petugas yang cacat permanen menerima Rp30,8 juta, luka berat Rp16,5 juta, dan luka sedang Rp8,25 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sultan mengatakan, jika nantinya pemda DIY kembali memberikan santunan maka akan menjadi temuan BPK.

"Ya, kalau pemerintah sudah memberi santunan nanti dobel, nanti temuan BPK," ucapnya.

Baca juga: Sultan HB X Akui Sulit Berantas Buang Air Besar Sembarangan

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mencatat data terbaru petugas penyelenggara pemilu yang gugur mencapai 11 orang, selain itu, ada 48 orang yang sakit.

Saat ini, KPU DIY masih menunggu terkait santunan yang akan diberikan kepada mereka.

"Sampai dengan hari ini ada 48 orang yang sakit, dan kemudian ada 11 orang meninggal dunia, itu barusan dapat data," ujar Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan saat ditemui di Jogja Expo Center (JEC), Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (6/5/2019).

Dijelaskannya, pihaknya sudah mendapatkan surat dari KPU RI untuk untuk KPY DIY Verifikasi data terkait korban sakit dan meninggal dunia untuk diberikan santunan. Namun demikian dalam surat tersebut belum dijelaskan mengenai besaran santunan kepada korban.

Baca juga: Real Count KPU di DIY Data 90,77 Persen: Jokowi-Ma’ruf 69,08 Persen, Prabowo-Sandi 30,92 Persen

Disinggung mengenai penyebab gugur dan sakit, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti.

"Saya belum mengecek lebih jauh mengenai penyebabnya, tapi ada beberapa yang sebelumnya sudah mengeluh sakit, atau terlalu capek, kemudian penyakit yang diderita kemudian kumat. Tapi ada juga yang kita belum tahu penyebabnya kemudian meninggal dunia," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X