Ngabuburit di Lorong Blothong, Menyusuri Sisa Kejayaan Pabrik Gula

Kompas.com - 09/05/2019, 05:00 WIB
Pengunjung menyusuri Lorong Blothong di Desa/Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2019)Kompas.com/Fadlan Mukhtar Pengunjung menyusuri Lorong Blothong di Desa/Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2019)

Salah satu penggagas wisata Lorong Blothong Bambang Kuswanto mengatakan, pembersihan terowongan yang telah tertutup membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

"Sebelumnya tertutup, ada pekarangan, sampah, ada banyak hewan linsangnya juga, kondisinya kumuh. Setelah bersih supaya lebih menarik dicat, dikasih lampu penerangan dan lampu hias warna-warni," ujar Bambang.

Pengunjung yang akan memasuki terowongan cukup membayar retribusi Rp 3.000.

Selepas menyusuri terowongan pengunjung disuguhi berbagai macam makanan tradisional sebagai hidangan berbuka puasa yang dijajakan di kompleks wisata.

Hanumpi Ananda, salah satu wisatawan lokal mengaku sangat terkesan dengan terowongan tersebut. Ia mendapat informasi tempat wisata tersebut dari media sosial.

"Awalnya kan gelap, kaya serem gitu, tapi setelah dilewati seru banget. Ada suara gemercik air, batu-batuan bangunannya juga unik, lampunya bagus warna-warni. Sambil nunggu buka puasa, kita sekeluarga jalan-jalan ke sini," kata Hanum.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X