Ngabuburit Sambil Balapan Liar di Tol Cisumdawu Dibubarkan, Puluhan Pemuda Tunggang Langgang

Kompas.com - 07/05/2019, 19:27 WIB
Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pamulihan memberikan arahan kepada sejumlah pemuda yang kedapatan melakukan aksi balapan liar di lokasi Tol Cisumdawu, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHBabinsa dan Bhabinkamtibmas Pamulihan memberikan arahan kepada sejumlah pemuda yang kedapatan melakukan aksi balapan liar di lokasi Tol Cisumdawu, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (7/5/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com


SUMEDANG, KOMPAS.com - Puluhan pemuda lari tunggang langgang saat anggota TNI/Polri membubarkan aksi balapan liar di lokasi Tol Cisumdawu, Selasa (7/5/2019) sore.

Jalan tol di wilayah Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang baru selesai dibangun ini dijadikan lokasi ngabuburit sekaligus tempat balapan liar sejak hari pertama puasa kemarin.

Bhabinkamtibmas Polsek Pamulihan Brigadir Supendi mengatakan, aksi balapan liar di Tol Cisumdawu ini mengganggu aktivitas warga lainnya.

Baca juga: Malam Tahun Baru, Polisi Larang Warga Kupang Balapan Liar dan Konsumsi Miras


Untuk itu, pihaknya bersama Babinsa Koramil Tanjungsari Sertu Tri Haryanto membubarkan aksi balapan liar ini.

"Kami bubarkan balapan liar ini karena banyak laporan dari warga terkait aktivitas mereka yang meresahkan warga. Kami bina dan berikan arahan kepada pemuda yang tertangkap," ujarnya kepada KOMPAS.com di lokasi.

Supendi menuturkan, balapan liar ini sudah terjadi sejak lama. Tepatnya, sejak jalan Tol Cisumdawu ini rampung dibangun.

"Mungkin karena belum dioperasikan jadi dipakai mereka untuk aksi balapan liar ini," ucapnya.

Baca juga: Tertangkap Balapan Liar, 78 Remaja Diberi Sanksi Dorong Motor 2 Kilometer

Supendi menyebutkan, warga resah karena aktivitas balapan liar ini menimbulkan suara bising knalpot sehingga mengusik ketenangan warga.

"Warga juga banyak yang memanfaatkan waktu menunggu azan magrib ngabuburit di sini. Selain bising, aktivitas balapan liar juga mengancam jiwa warga," sebutnya.

Sementara itu, warga Dusun Bakankendal, Desa Citali, Ahmad (35) mengapresiasi langkah yang dilakukan aparat keamanan. Harapannya, bisa memberikan efek jera bagi para pelaku balapan liar.

"Semoga mereka kapok dan tidak mengulanginya kembali. Karena kami memang terganggu dengan adanya balapan liar ini," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X