Suara Melambung, Djarot Saiful Hidayat Diprediksi Lolos ke Senayan

Kompas.com - 08/05/2019, 22:31 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat yang ikut dalam pemilihan legislatif 2019 dengan Dapil Sumut 3 diprediksi kuat akan duduk di Senayan, Rabu (8/5/2019) KOMPAS.com/MEI LEANDHAMantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat yang ikut dalam pemilihan legislatif 2019 dengan Dapil Sumut 3 diprediksi kuat akan duduk di Senayan, Rabu (8/5/2019)


MEDAN, KOMPAS.com — Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang ikut dalam pemilihan legislatif 2019 dengan Daerah Pemilihan Sumatera Utara III diprediksi kuat akan duduk di Senayan.

Alasannya, hasil rekapitulasi sementara pada sidang pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menunjukkan, suara politisi PDI Perjuangan ini melambung jauh meninggalkan kandidat lain.

Daerah pemilihan Djarot meliputi Kabupaten Langkat, Karo, Pakpak Bharat, Dairi, Asahan, Simalungun, dan Batubara,  Kota Siantar, Tanjungbalai, dan Binjai.

Baca juga: Di Dapil Neraka Jabar V, Fadli Zon Raih Suara Tertinggi Ungguli Adian Napitulupu

Di Karo, Pakpak Bharat, Tanjungbalai, Batubara, Binjai, Dairi, dan Simalungun, mantan calon gubernur Sumut itu mendulang 99.456 suara.

"Suara Djarot sudah 160.000 hari ini, sudah sama Asahan. Tinggal dua daerah lagi, Siantar sama Langkat," kata Fahrul Putra, saksi dari partai politik yang hadir pada sidang pleno tersebut kepada Kompas.com, Rabu (8/5/2019).

Hasil penghitungan pihaknya, total suara Djarot di Dapil Sumut III sebanyak 165.360. Angka ini meninggalkan jauh Junimart Girsang di 95.490 suara, lalu Bob AM Sitepu dengan 56.891 suara.

Penghitungan tersebut tak jauh berbeda dengan yang disebutkan Ketua Tim Pemenangan Djarot, Zulkifli. Menurut dia, berdasarkan data dan kalkulasi yang mereka lakukan, jumlah suara Djarot mendekati angka 170.000.

Baca juga: Klaim Dapat Suara 140.000, Djarot Saiful Hidayat Yakin Lolos ke Senayan

Djarot yang dikonfirmasi wartawan mengucapkan syukur atas perolehan suara tersebut. Menurut dia, hal ini berkah sekaligus amanah dari warga Sumut.

Djarot mengucapkan terima kasih kepada mereka yang menjatuhkan pilihan kepada dirinya dan Presiden Joko Widodo. Namun, dia meminta agar tetap menunggu keputusan dan pernyataan resmi KPU Sumut.

"Kita kawal proses penghitungannya sampai selesai supaya berjalan aman dan kondusif. Soal perbedaan yang pernah terjadi, itu biasa. Kita harus tetap ingat bahwa kita semua bersaudara, sebangsa, dan setanah air," katanya.

Pada pemilihan Gubernur Sumut 2018, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) keok dengan selisih 15,16 persen dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas).

Pasangan ini menang dengan 3.291.137 suara atau 57,58 persen. Kemenangan didulang dari 17 kabupaten, sedangkan Djoss hanya memperoleh 2.424.960 suara atau 42,42 persen yang berasal dari 16 kabupaten dan kota.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X