Kompas.com - 08/05/2019, 17:06 WIB
Koordinator Kuasa Hukum WALHI Sumut, Golfrid Siregar menunjukkan berkas surat pernyataan terkait  penyusunan adendum AMDAL dengan tanda tangan palsu sesaat setelah penyerahan dokumen banding ke PTUN Medan KOMPAS.com/DewantoroKoordinator Kuasa Hukum WALHI Sumut, Golfrid Siregar menunjukkan berkas surat pernyataan terkait penyusunan adendum AMDAL dengan tanda tangan palsu sesaat setelah penyerahan dokumen banding ke PTUN Medan


MEDAN, KOMPAS.com - Gugatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara terhadap SK Gubernur Sumut terkait pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Batang Toru masih berlanjut.

Walhi Sumut telah mengajukan dokumen memori bandingnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Rabu (8/5/2019).

Koordinator Kuasa Hukum WALHI Sumut, Golfrid Siregae mengatakan, di dalam memori banding mereka menyampaikan bantahan terkait pertimbangan majelis hakim PTUN Medan saat memutuskan menolak gugatan mereka.

Baca juga: Pembangunan PLTA Batang Toru, Warga Lokal Dipenuhi Kekhawatiran

Di antaranya mengenai pengajuan lima saksi dari penduduk desa yang terdampak langsung pengerjaan proyek PLTA Batang Toru. Lima saksi yang diajukan Walhi dinyatakan tidak relevan oleh majelis hakim.

Golfrid mempertanyakan alasan hakim menyatakan saksi tidak relevan, padahal mereka adalah warga yang desanya masuk dalam areal pengerjaan proyek.

Selain itu, di dalam dokumen tersebut mereka mempertanyakan tentang pernyataan dari saksi ahli Onrizal, yang menyatakan bahwa tandatangannya dipalsukan dalam dokumen kajian Amdal, yang menjadi dasar keluarnya SK Gubernur soal pembangunan proyek tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, Onrizal sudah melaporkan pemalsuan tandatangannya ke Polda Sumatera Utara.

Baca juga: Gugatan Walhi Sumut Ditolak, Pembangunan PLTA Batangtoru Dilanjutkan

Anggota kuasa hukum Walhi Sumut lainnya, Padian Adi Siregar menjelaskan terkait kajian bahwa daerah tersebut merupakan kawasan rawan gempa, saksi ahli yang diajukan sudah menyatakannya, namun dibantah dengan hadirnya saksi ahli NSHE yang ternyata merupakan pegawai dari perusahaan tersebut.

"Saksi ahli yang mereka hadirkan yakni Didiek Djarwadi itu tidak bisa menjadi saksi ahli. Sebab, dia merupakan pegawai NSHE yang keterangannya tentu akan subjektif," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X