Sampah Medis Dibuang Sembarangan Sejak 2010, Tiga Petani Tertusuk Jarum Suntik, 1 Meninggal

Kompas.com - 06/05/2019, 10:54 WIB
Seorang pria menyuntik tubuhnya dengan air mani untuk menyembuhkan sakit di punggungnya. Yuji KotaniSeorang pria menyuntik tubuhnya dengan air mani untuk menyembuhkan sakit di punggungnya.

KOMPAS.com - Wayan Pasek (40), petani asal Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, terluka terkena sampah medis di area sawah di Desa Abang.

Ia tertusuk jarum suntik di kaki kanannya saat menyabit rumput untuk pakan ternak.

Perbekel (Pemimpin Desa) Abang, I Nyoman Sutirtayana, mengatakan, peristiwa yang menimpa Wayan Pasek terjadi sepekan lalu. Meski luka tak begitu dalam, korban langsung membersihkan luka dengan air hangat dan mengeluarkan kotorannya.

Diketahui bahwa warga setempat sudah menemukan sampah medis di sungai dan sawah sejak tahun 2010.

"Yang saya ketahui, sudah tiga kali petani tertusuk jarum suntik bekas, yakni tahun 2011 lalu, Maret 2019, dan akhir April 2019. Kejadian 2011, korban sampai meninggal dunia," ujar Nyoman Sutirtayana, Minggu (5/5/2019).

Baca juga: Sampah Medis Berserakan di Tempat Pembuangan Akhir

Ia menjelaskan, penyebab kejadian yakni lantaran ada pihak yang buang sampah medis sembarangan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Petani di sekitar Desa Abang pun resah setelah beberapa petani tertusuk jarum suntik bekas.

"Jumat kemarin, staf perbekel bersama karang taruna mengelar bersih-bersih di desa menyisir sungai. Hasilnya banyak kami temukan sampah medis, seperti selang infus, botol obat, serta obat yang dijual tidak sembarangan," kata Sutirtayana.

Dilihat dari temuan sampah medis, kata dia, kecil kemungkinan dibuang warga setempat.

Meski demikian, pihaknya juga tak ingin menuduh dinas kesehatan. Masalah ini diserahkan ke kepolisian dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem untuk menyelidiki.

Baca juga: Hari Buruh di Purwokerto, Gubernur Ganjar Ajak Pungut Sampah hingga Bagi-bagi Hadiah

Sutirtayana berencana akan bertemu dengan lembaga kesehatan yang beroperasi di Desa Abang untuk memberi imbauan dan sosialisasi terkait serakan sampah medis.

Sebab yang menjadi korban adalah masyarakat, terutama petani.

Selain itu, Komisi IV DPRD Karangasem juga berencana menggelar rapat kerja dengan Dinas Kesehatan membahas pembuangan sampah medis ini. Rapat kerja rencana digelar hari ini di Gedung DPRD Karangasem.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Buang Sampah Medis Sembarangan, Petani 3 Kali Tertusuk Jarum Suntik, Ada yang Sampai meninggal



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X