Polisi Gagalkan Penyelundupan 127 Kg Mercuri ke Makassar

Kompas.com - 03/05/2019, 15:34 WIB
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 127 kg merkuri di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat sore (3/5/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan 127 kg merkuri di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat sore (3/5/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Ditresrkrimsus Polda Maluku menggagalkan upaya penyelundupan 127 kilogram merkuri yang akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan.

Bahan kimia berhaya itu sedianya akan diselundupkan melalui Pelabuhan Ambon.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, 127 kg merkuri tersebut diamankan polisi dari dalam sebuah mobil Toyota Avanza saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Pos Lantas Kebun Cengkeh, Ambon.

“Penangkapan dilakukan pada tanggal 9 April lalu. Ada sekitar 127 kg merkuri yang diamankan dari dalam mobil. Merkuri itu disimpan di dalam delapan botol bekas oli. Jadi satu botol itu isinya 14 kg sampai 16 kg merkuri,” ungkap Roem kepada sejumlah wartawan di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Jumat (3/5/2019) sore.

Baca juga: Mahasiswa Desak Mabes Polri Ungkap Mafia Penyelundupan Komodo

Dia menjelaskan, saat ini polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut yakni MAY (54) dan dua orang wanita yakni J alias Jun (54) dan FD alias Fitri (33). Sementara dua orang lagi masih diburu polisi.

Menurut Roem, gagalnya penyelundupan 127 kg merkuri tersebut berawal saat ketiga tersangka membawa barang berbahaya tersebut dari kawasan Sam Ratulangi menuju Pelabuhan Ambon,

Karena saat itu tidak ada kapal, ketiganya kemudian kembali dan pergi menuju sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Tantui.

“Saat itu polisi yang mendapatkan informasi dari masyarakat kemudian menangkap mobil Avanza dan setelah penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 127 kg merkuri,” katanya.

Baca juga: Berhasil Ungkap Kasus Penyelundupan 41 Komodo, KLHK Apresiasi Polri

Saat ini berkas kasus tersebut telah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Tinggi Maluku dan rencananya pada tanggal 6 Mei mendatang, penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan untuk segera disidangkan.

Roem mengaku, pihaknya baru membuka kasus tersebut untuk konsumsi publik karena selama ini pihaknya terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut.

Selain mengamankan barang bukti 127 kg merkuri, polisi juga ikut mengamankan sebuah mobil Avanza, uang biaya pengiriman merkuri sebesar Rp 3,5 juta, sejumlah ponsel, dan tiga buah tas berbagai ukuran.

“Penangkapan merkuri kali ini menjadi yang terbesar yang dilakukan oleh Polda Maluku,” katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X