Berhasil Ungkap Kasus Penyelundupan 41 Komodo, KLHK Apresiasi Polri

Kompas.com - 04/04/2019, 07:34 WIB
Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSalah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar

FLORES, KOMPAS.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, atas keberhasilan penangkapan dan pengungkapan jaringan perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi Undang-Undang. 

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Wiratno melalui siaran pers ke Kompas.com, Rabu (3/4/2019). 

Wiratno menjelaskan bahwa satwa liar komodo tidak hanya ditemukan di Taman Nasional (TN) Komodo, namun juga terdapat di daratan Flores.

Menurut dia, ke depan dengan adanya komodo selain di TN Komodo dapat menjadi lokasi wisata berbasis komodo di Flores.

“Banyak orang yang tidak tahu bahwa Komodo juga terdapat di daratan Flores” jelas Wiratno.

Baca juga: Setelah Diteliti LIPI, 6 Anak Komodo yang Hendak Diselundupkan Bukan dari TN Komodo

Salah satu buktinya, yakni bahwa barang bukti enam komodo yang diselundupkan tersebut bukan berasal dari wilayah Taman Nasional (TN) Komodo. 

Wiratno menjelaskan, sebelumnya ahli dari Laboratorium Genetika Bidang Zoologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemeriksaan barang bukti (BB) enam komodo yang diselundupkan.

Pihak ahli LIPI menyatakan bahwa berdasarkan morfologi dari bentuk moncong, pola warna tubuh dan warna lidah, BB tersebut adalah Varanus komodoensis yang teridentifikasi berasal dari daratan Flores. 

Sehingga, enam komodo tersebut akan dilakukan pelepasliaran di lokasi sesuai hasil pemeriksaan DNA dan berdasarkan persyaratan pelepasliaran.

Baca juga: 41 Komodo Diselundupkan ke Luar Negeri, 1 Ekor Dijual Rp 500 Juta

Di lain pihak, Balai TN Komodo telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kawasan koservasi TN Komodo sejak beberapa tahun terakhir.

Dengan adanya kasus ini, Balai TN Komodo kemudian meningkatkan strategi dan pelaksanaan pengamanan kawasan bersama Pos TNI AL, Satpolair, Polres Manggarai Barat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara.

Selain itu, Balai TN Komodo juga meningkatkan partisipasi masyarakat, pemandu wisata, dan aktivis lingkungan dalam pengawasan di seluruh titik masuk jalur-jalur wisata dan jalur perburuan baik di darat maupun di perairan.

Baca juga: Penjualan 41 Komodo ke Luar Negeri Melalui Facebook 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Divonis 3 Tahun Penjara, Penyuap Bupati Nonaktif Muara Enim: Saya Jalani dengan Ikhlas

Regional
Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun Penjara

Regional
Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Menambang Pasir Ilegal di Sungai Progo Yogya dengan Mesin Sedot, Pria Ini Ditangkap

Regional
Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Antisipasi Virus Corona, Gubernur Olly Tunda Penerbangan dari China ke Manado

Regional
Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Polisi: Klaim yang Dilontarkan Petinggi Sunda Empire Tak Berdasar

Regional
Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Kepala BNN Sebut Heroin dan Kokain Hanya Ada di Bali, Ini Kata Gubernur

Regional
Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Penyebab Ratusan Ekor Kerbau Moa Mati Sepanjang 2019

Regional
Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Virus Corona Merebak, Warga Tetap Gemar Makan Olahan Daging Kelelawar

Regional
Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Mobil Patroli Digembok Dishub karena Parkir di Jalan, Polisi Minta Maaf

Regional
Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

Regional
Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Istri Gubernur Akui Angka Stunting di Maluku Tinggi, Ini Penyebabnya

Regional
Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Risma Diduga Dihina di Facebook, Polisi Periksa 9 Orang

Regional
Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Polisi Kesulitan Ungkap Penyebab Tewasnya Siswi SMP di Tasikmalaya

Regional
4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

4 Begal Sadis di Timika Diringkus Polisi, Salah Satunya Perempuan

Regional
Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X