Menteri BUMN: Jumat, Listrik yang Rusak akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu akan Pulih

Kompas.com - 30/04/2019, 19:17 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara BUMN Great Leaders Camp, Selasa (12/3/2019). Dok Forum Human Capital IndonesiaMenteri BUMN Rini Soemarno dalam acara BUMN Great Leaders Camp, Selasa (12/3/2019).


BENGKULU, KOMPAS.com - Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan seluruh sambungan listrik di Provinsi Bengkulu yang terkena bencana banjir dan longsor 100 persen akan pulih pada, Jumat (3/5/2019).

"Jumat (3/5/2019) semua listrik akan terkoneksi, ada total 132 tiang yang harus dipasang, kendalanya itu saat membawa tiangnya karena akses jalan dan jembatan putus," kata Rini, saat mengunjungi lokasi pengungsi di Desa Tanjung Agung Palik, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (30/4/2019).

Rini meninjau secara langsung proses pemulihan kelistrikan pasca-banjir bandang dan tanah longsor di Bengkulu. Kedatangan Menteri BUMN ini sekaligus untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Baca juga: Mensos Usulkan Pembangunan Kanal untuk Atasi Banjir di Bengkulu

Rombongan Menteri BUMN tiba di Kecamatan Sungai Serut, Kelurahan Suka Merindu, Bengkulu, didampingi oleh Plt Direktur Utama PLN Muhamad Ali dan Direktur Bisnis Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto.

Dalam kesempatan tersebut, selain menyaksikan proses perbaikan kelistrikan di Bengkulu ia juga berbincang langsung dengan petugas PLN di lapangan.

"Saya senang sekali dengan semangat PLN dalam upaya recovery kelistrikan di Bengkulu. Seperti yang kita tahu, listrik adalah aspek penting dan sangat dibutuhkan warga, untuk itu saya datang memastikan dan melihat secara langsung progres di lapangan," ujar Rini.

Dayang, salah satu warga Kecamatan Sungai Serut mengaku senang dan mengapresiasi kerja keras PLN di Bengkulu.

"Tidak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain terima kasih banyak kepada PLN, atas perhatian dan bantuannya kepada kami. Hanya Tuhan yang bisa membalas. Doakan kami kuat menghadapi cobaan ini," ungkap Dayang.

Sementara itu, terkait perbaikan kelistrikan di Bengkulu, hingga 30 April 2019 progres pemulihan keseluruhan mencapai 68,02 persen, di mana pelanggan yang sudah menyala sebanyak 6.788 pelanggan.

Sebanyak 108 gardu telah dinormalkan, sementara gardu yang padam tinggal 53 gardu.

Selain itu, PLN juga sudah memperbaiki 2 penyulang dan menyisakan 2 penyulang yang masih dalam proses perbaikan.

Progres perbaikan tiang roboh juga mengalami kemajuan. Saat ini, sebanyak 11 tiang distribusi jaringan menengah dan jaringan tegangan rendah berhasil diperbaiki.

Baca juga: 12.000 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Tanah Longsor Bengkulu

"Kendala utama proses recovery yakni masih ada sejumlah lokasi yang tergenang air atau tertutup longsor. Namun, rekan-rekan PLN di lapangan tetap berupaya maksimal untuk mengatasi hal tersebut dengan selalu mengedepankan keselamatan. Selain itu, kami juga mendirikan posko-posko pengungsian tersebar serta memberikan bantuan kepada korban terdampak," ungkap Plt Dirut PLN Muhamad Ali.

Bantuan dari PLN Peduli dan Yayasan Baitul Maal disalurkan ke tiga lokasi yakni Desa Air Hitam, Desa Tanjung Alam, Taba Pananjung Bengkulu Tengah.

Hingga hari ini, tercatat bantuan yang diberikan mencapai Rp 135 juta untuk sembako dan posko pengungsian.

Bencana longsor dan banjir menerjang Bengkulu pada Sabtu (27/4/2019). Sebanyak 29 orang dinyatakan meninggal dunia, 13 hilang, 12.000 warga mengungsi, 13.000 warga terdampak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X