KILAS DAERAH

Tekan Kemacetan di Jakarta, Pemprov Jabar dan DKI Bangun Kantong Parkir

Kompas.com - 29/04/2019, 18:17 WIB
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa bersama Sekretaris Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur Tri Kurniadi usai pertemuan membahas ragam kerja sama lintas daerah di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (29/4/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratSekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa bersama Sekretaris Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur Tri Kurniadi usai pertemuan membahas ragam kerja sama lintas daerah di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (29/4/2019).


KOMPAS.com
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar)  dan Provinsi DKI Jakarta sepakat menjalin kerja sama untuk membangun kantong parkir (park and ride) di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Kantong parkir itu dibuat guna menekan kemacetan di wilayah Jakarta.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan saat ini kedua pihak tengah merencanakan proses pembebasan lahan dan pembuatan desain engineering design (DED).

"Sekaligus akan dimulai pembebasan lahan dan DED sebagai pedoman ditargetkan selesai 2020," ujar Iwa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (29/4/2019), seperti dalam keterangan tertulisnya. 

Dalam waktu dekat, tambah Iwa, Pemprov Jabar dan DKI Jakarta bakal meneken nota kesepahaman soal rencana perluasan jalan di kawasan kantong parkir.


"Juga akan melaksanakan MoU tentang jaringan perluasan jalan di wilayah park and ride yang dijadikan perjanjian kerja sama perluasan dan perpanjangan," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) Tri Kurniadi menuturkan, kantong parkir dibuat agar warga perbatasan yang ingin ke Jakarta bisa menyimpan kendaraan pribadinya dan melanjutkan perjalanan dengan transportasi berbasis rel.

"Kami punya ide supaya orang Bekasi, Bogor, Tangerang tidak menggunakan kendaraan pribadi, parkir di sana. Mereka diangkut pake LRT, busway untuk mengurangi kemacetan DKI. Kan ada satu juta lebih masik DKI masuk kendaraan dari daerag penyangga," paparnya.

Terkait pendanaan, Pemprov DKI Jakarta siap mengeluarkan dana untuk pengerjaan fisik. Sementara pemerintah daerah menyiapkan lahannya. Tiap titik lahan parkir itu rencananya mampu menampung seribu kendaraan.

"(Satu titik) Kemarin Rp 1 miliar minimal. Kami harapkan satu titik 1000 kendaraan karena luas juga lahannya. 5.000 meter kalau gak salah. Lahan, kabupaten yang menyiapkan yang mengelola mereka. Harapannya parkirnya gak mahal-mahal," jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X