Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Wagub Jateng Minta Semua Stakeholder Kembangkan Potensi Wisata Daerahnya

Kompas.com - 29/04/2019, 16:57 WIB
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (tengah0 mengenakan udeng-udeng (ikat kepala) bermotif batik kemudian memainkan mainan tradisional othok-othok (mainan terbuat dari bambu dan mengeluarkan bunyi-bunyian) secara serentak di Rakor Sinergitas Program Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata 2019, di Ruang Arcadea Hotel Alana, Karanganyar, Senin (29/4/2019). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa TengahWakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (tengah0 mengenakan udeng-udeng (ikat kepala) bermotif batik kemudian memainkan mainan tradisional othok-othok (mainan terbuat dari bambu dan mengeluarkan bunyi-bunyian) secara serentak di Rakor Sinergitas Program Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata 2019, di Ruang Arcadea Hotel Alana, Karanganyar, Senin (29/4/2019).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen meminta pegiat pariwisata dan pemerintah daerah untuk terus menggali dan mendorong beragam potensi pariwisata di daerahnya.

"Saya minta semua pegiat pariwisata dan pemerintah daerah untuk terus menggali beragam potensi daerah, kemudian mengemasnya menjadi event-event tahunan yang mampu menjadi daya tarik wisatawan," ujar Taj Yasin seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Wagub Jateng ini mengatakan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Program Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata 2019 di Hotel Alana, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (29/4/2019). 

Dia kemudian mencontohkan Umbul Ponggok di Klaten yang dikelola oleh BUMDes kini telah menghasilkan pendapatan asli daerah mencapai lebih dari Rp 10 miliar per tahun.

"Untuk itu, saya berharap dari dari rakor ini dapat muncul ide-ide kreatif, sehingga kepariwisataan, kepemudaan dan keolahraagan di 35 kabupaten dan kota di Jateng semakin maju dan berprestasi," ucap Taj Yasin. 

Menurutnya, kemajuan pariwisata dapat mengurangi angka kemiskinan karena mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekitar.

Dia menambahkan, peran pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya menggali dan mengembangkan berbagai potensi daerah. Termasuk para pemuda dengan berbagai gagasan kreatif dan inovatif, sehingga potensi-potensi di daerah bisa dikenal oleh masyarakat luas.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah terus berupaya meningkatkan berbagai sarana prasarana guna memajukan sektor pariwisata, kepemudaan dan olahraga di Jateng. Di antaranya pembangunan Bandara di sejumlah daerah sehingga semakin mempermudah akses wisatawam masuk di Jateng.

"Antara lain ada Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga, kemudian daerah timur ada bandara di Loram, serta pengembangan bandara di Karimunjawa yang merupakan salah satu objek wisata bahari sangat indah di Jateng.

Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata JatengSinoeng N Rachmadi dalam sambutannya menyampaikan, Rakor bertema “Melalui Sinergitas Program Kepemudaan Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas sumber daya manusia untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Dia juga mencontohkan event Borobudur Marathon yang disebut juga sebagai sport tourism, menjadi bukti bahwa olahraga dan pariwisata mampu bersinergi membangun sebuah event menarik dan mengundang perhatian dunia.

Di berharap, event-event olahraga di Jateng lainnya, seperti Jepara International Triathlon dan Gowes Karimunjawa dapat dikemas dengan baik dan dipromosikan secara optimal.

"Tidak kalah menarik pagelaran Dieng Culture Festival. Event pariwisata tahunan ini mampu menjadi event dengan skala internasional dengan ritual pemotongan rambut gimbal," katanya.

Perlu diketahui di Jateng sendiri ada enam event besar yang telah memikat wisatawan lokal maupun mancanegara, yakni Borobudur Marathon, Festival Payung Indonesia, Solo International Performing Art (SIPA), Festival Cheng Ho, Dieng Culture Festival, serta Solo Batik Carnival masuk dalam 100 Wonderful Event.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
komentar di artikel lainnya