KILAS DAERAH

Wagub Uu Tegaskan Komitmen Jabar untuk Terbitkan Perda Pesantren

Kompas.com - 29/04/2019, 14:53 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Wisuda Akbar Penghafal Alquran se-Priangan Timur Forum Huffazhil Quran (FHQ), di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (28/4/19). Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Wisuda Akbar Penghafal Alquran se-Priangan Timur Forum Huffazhil Quran (FHQ), di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (28/4/19).

KOMPAS.com - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menegaskan  komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren.

" Perda Pesantren harus terbit karena untuk menjamin operasional pesantren dan kesejahteraan para pengajarnya dalam sebuah payung hukum," kata Wagub Uu seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima. 

Hal itu dikatakan Uu saat membuka kegiatan Wisuda Akbar Penghafal Alquran se-Priangan Timur Forum Huffazhil Quran (FHQ), di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (28/4/2019). 

Dikatakan wisuda akbar karena total ada 3.000 santri penghafal Alquran, resmi menjadi wisudawan setelah melalui tahapan tes, seperti Munaqosah Tahfizul Quran, Simaan, dan tahapan tes lainnya. Adapun santri yang lulus dan diwisuda ini hafal minimal satu juz sampai hafal 30 juz Alquran.

Terkait aktivitas tersebut Wagub Jabar menyatakan mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan salah satu program Jawa Barat Juara Lahir Batin, yakni One Village One Hafidz atau satu desa satu penghafal Alquran.

"Saya mendukung kegiatan ini karena bersama Pak Gubernur dengan Jabar Juara Lahir Batin, kami punya program Satu Desa Satu Hafidz," kata Uu.

Sebagai informasi, pada tahap awal program Satu Desa Satu Hafidz, Pemprov menargetkan mencetak 5.000 penghafal Alquran. Dengan semakin banyak anak muda yang hafal Alquran, Uu berharap Jawa Barat semakin diberkahi, subur, makmur, adil dan aman.

Revolusi industri 4.0

Adapun terkait  revolusi industri 4.0, Uu a berharap pesantren bisa menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama generasi muda yang berdaya saing. 

Sebab menurutnya, pesantren tak lagi sekadar tempat memperdalam ilmu agama, namun lembaga pendidikan yang memberdayakan umat.

"Santri- santri semua jangan sampai ketinggalan jangan gaptek. Mudah-mudahan santri bisa hadir menjadi orang hebat berguna bagi nusa bangsa dan agama. Khoirunnas anfa'uhum linnas," tuturnya.

Kepala Seksi Pendidikan Alquran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Nur Mauludin mengapresiasi keuletan para santri dalam menghafal kalam Allah di tengah berbagai pengaruh negatif internet dan gawai. Menurut Nur, para santri ini merupakan generasi penjaga Alquran di era milenial.

Menurut Ketua Forum Huffazhil Quran (FHQ) Tasikmalaya, Agus Yosef Abdullah, wisudawan yang hafal sampai 30 juz akan mendapatkan hadiah umrah ke Tanah Suci.

Perlu diketahui, wisuda tahun ini merupakan yang kedua. Tahun lalu pesantren hanya diikuti 1.200 peserta tingkat sekolah dasar dari 18 kecamatan Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

"Pemprov Jabar selalu merangkul dan membina kami. Kami mengambil bagian menyukseskan program Pemprov, Satu Desa Satu Hafidz. Kami sukseskan, kami bersemangat memperjuangkan para penghafal Alquran," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X