5 Fakta Pengantar Galon Air Jadi Anggota DPRD, Uang Bukan Faktor Utama hingga Kalahkan Ketua DPC Demokrat

Kompas.com - 26/04/2019, 09:34 WIB
Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang pekerjaanya honorer di Puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April kemarin. Hand Out Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang pekerjaanya honorer di Puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April kemarin.

KOMPAS.com - Agung Darma telah membuktikan bahwa uang bukanlah faktor penting dalam pemilihan calon legislatif di Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Agung terpilih dengan 732 suara, unggul jauh dari Ketua DPC Demkrat Muna Barat, yang meraup 520 suara.

Namun, hal itu tidak membuat Agung jumawa. Dirinya pun bersyukur dipercaya untuk duduk di kursi DPRD Muna Barat oleh para pemilihya.


Pria warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi itu pun bertekad akan berjuang bagi rakyat kecil, khususnya dalam masalah kesehatan masyarakat kurang mampu.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Bekerja sebagai pengantar galon air dan pegawai honorer

Ilustrasi pemiluKOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Ilustrasi pemilu

Saat ditemui Kompas.com, Agung tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi anggota DPRD Muna Barat periode 2019-2024.

Meskipub hanya bekerja sebagai tenaga honorer di puskesmas dan pengantar galon air, namun Agung berhasil mengalahkan lawan-lawan politiknya dan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April lalu. 

"Alhamdulillah senang sekali. Senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat dan antusiasme masyarakat. Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga karena perjuangan bersama-sama, kita menangi pertarungan ini,” kata Agung, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Kisah Pengantar Galon Air di Sultra Lolos Jadi Anggota DPRD, Diremehkan hingga Kalahkan Ketua DPC Parpol

2. Agung: Uang bukanlah segala-galanya

Ilustrasi pemungutan suara: Warga memberikan suara saat simulasi pemungutan suara di TPS Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2013).   TRIBUNNEWS/HERUDIN Ilustrasi pemungutan suara: Warga memberikan suara saat simulasi pemungutan suara di TPS Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2013).
Ia tidak menyangka berhasil lolos di DPRD Kabupaten Muna Barat karena banyak yang meremehkannya.

Hal itu karena melihat pekerjaan Agung hanyalah seorang pengantar galon air.

Belum lagi ia harus menghadapi lawan politik yang kuat, baik dari sisi ketokohan maupun finansial.

“Tidak semua perjuangan itu diukur dengan finansial. Karena perjuangan kami ini dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kami jalani dengan ikhlas dan alhamdulillah (lolos),” tutur dia.

Baca Juga: Kisah Caleg Pekalongan yang Akan Jual Ginjal, Kini Pasutri Ini Malah Lolos Nyaleg

3. Mengungguli suara Ketua DPC Demokrat

Ilustrasi pemungutan suara pilkada. KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Ilustrasi pemungutan suara pilkada.

Berdasar hasil pemungutan suara, Agung akan menjadi calon anggota legislatif dari Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Muna Barat I yang meliputi Kecamatan Kusambi, Kecamatan Napano Kusambi, dan Sawerigadi.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X