Kisah Panitia Pemilu yang Kelelahan, Ada yang Meninggal, Gegar Otak hingga Melahirkan Dini

Kompas.com - 24/04/2019, 19:35 WIB
Ilustrasi pemungutan suara ThinkstockIlustrasi pemungutan suara

MAGELANG, KOMPAS.com - Seorang Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meninggal dunia diduga akibat kelelahan usai penghitungan suara Pemilu 2019.

Ia adalah Haryanto (46), ketua KPPS TPS 01 Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

"Benar, semoga diberi kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Afifudin, melalui pesan singkat, Rabu (24/4/2019).

Haryanto meninggal setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, dan telah dimakamkan pada Senin (22/4/2019) sore di TPU desa setempat.


Baca juga: 191 Petugas KPPS di Sulawesi Selatan Sakit, dari Dianiaya Sampai Keguguran

Selain itu, sampai Rabu petang, tercatat ada 22 orang panitia pemilu mulai dari KPPS hingga PPS dan Linmas di Kabupaten Magelang yang jatuh sakit, bahkan ada yang keguguran dan melahirkan sebelum waktunya.

"Ada yang tiba-tiba pingsan usai perhitungan suara karena kelelahan, ada yang diare, maag kambuh, sesak nafas, asam lambung naik, mimisan. Beberapa ada yang harus rawat inap di rumah sakit, tapi ada juga yang hanya rawat jalan," papar Afif.

Afif melanjutkan, ia juga menerima laporan anggota PPS Ngampeldento, Kecamatan Salaman, atas nama Fata Rohmatun terpaksa harus melahirkan melalui operasi caesar sebelum waktunya karena kelelahan setelah proses penghitungan suara.

Kemudian, anggota KPPS TPS 12 Desa Gondangrejo, Kecamatan Windusari, bernama Rahmi Silvana, yang sedang hamil 8 minggu mengalami keguguran diduga karena kelelahan. Saat ini, Rahmi masih dirawat di RSI Kota Magelang.

"Kami masih mendata lagi, jika mungkin masih ada penyelenggara yang sakit," ucap Afif.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kabupaten (Bawaskab) Magelang M Habib Shaleh menyebutkan, setidaknya ada 9 anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Magelang yang jatuh sakit. Sebagian besar mereka sakit karena mengalami kecelakaan dan masuk angin.

Habib menyebutkan, ada Panwasdes Tirto, Kecamatan Salam, yang mengalami kecelakaan saat menyelesaikan persoalan di TPS 7 dusun Grogolan, Desa Tirto. Ia mengalami retak tulang kaki karena jatuh dan tertimpa sepeda motor.

"Kemudian Windarti, PTPS asal Dusun Sumber, Desa Sumber Kecamatan Dukun, jatuh karena kelelahan mengawasi pemilu dan ngerjain laporan PTPS. Ia kepleset dan jatuh saat akan turun tangga pendopo Balai Desa Sumber. Kondisi luka lecet dan tangan keseleo," papar Habib.

Baca juga: 11 Petugas KPPS di Sumsel Meninggal karena Kelelahan

Lebih parah lagi, lanjut Habib, Agung Kurniawan, anggota Panwasdes Gondosuli, Kecamatan Muntilan, yang jatuh saat mengendarai sepeda motor sehingga mengalami gegar otak dan patah tulang pundak.

"Agung diduga kelelahan setelah lembur input data C1 beberapa hari untuk persiapan pleno PPK. Ia harus dirujuk ke RS Sardjito karena harus dilakukan tindakan operasi," kata Habib.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X