191 Petugas KPPS di Sulawesi Selatan Sakit, dari Dianiaya Sampai Keguguran

Kompas.com - 24/04/2019, 19:23 WIB
Ketua Panwascam Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Marwani, saat dirawat di Puskesmas Ujung, Makassar, Rabu (24/4/2019). KOMPAS.com/ SUDDIN SYAMSUDDINKetua Panwascam Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Marwani, saat dirawat di Puskesmas Ujung, Makassar, Rabu (24/4/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 191 anggota KPPS di Sulawesi Selatan dinyatakan sakit usai melaksanakan tugasnya selama masa Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Jumlah ini tersebar di beberapa kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Humas KPU Makassar Asrar Marlang mengatakan, mayoritas anggota KPPS yang sakit karena kelelahan saat menjalankan tugasnya pada hari pencoblosan tanggal 17 April lalu.

Baca juga: 4 Caleg di Makassar Dilaporkan ke Gakkumdu Terkait Politik Uang

Namun, dalam data yang dirilis KPU Sulawesi Selatan, ada juga petugas KPPS yang sakit usai dianiaya oleh pendukung caleg.

Seperti yang dialami Mahdan, ketua KPPS TPS 4 Kelurahan Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Mahdan mengalami luka lebam usai dianiaya oleh tim sukses salah satu caleg saat hendak dibawa ke rumah caleg tersebut.

"Kondisi terakhir mata bengkak, hidung berdarah, dan kepala pusing," demikian isi rilisi KPU Sulawesi Selatan yang diterima Kompas.com.

Peristiwa penganiayaan bermula ketika Mahdan ditarik dari rumahnya dan dibawa ke rumah caleg oleh tim sukses caleg tersebut. Sepanjang perjalanan Mahdan dipukuli hingga babak belur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Caleg Difabel dari Makassar, Habiskan Rp 10 Juta hingga Tak Miliki Saksi di TPS

Tak hanya itu, saat tiba di rumah caleg tersebut Mahdan kembali dipukuli oleh anak calon anggota legislatif tersebut. Meski tak menyebut siapa nama caleg tersebut, Asrar mengatakan kasus ini sedang ditangani Polres Luwu Timur.

"Kasus ini sedang ditangani Polres Luwu Timur," ucapnya.

Selain itu, ada juga anggota KPPS yang hamil dan keguguran saat bertugas, yaitu Hajriani, petugas Kelurahan Cipotakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Keguguran juga dialami Paulina Tandiayu, petugas KPPS di Kelurahan Saluallo, Kecamatan Sanggala Utara, Kabupaten Tana Toraja.

"Dia (Paulina) mengalami keguguran saat melakukan monitoring di tiap-tiap TPS di wilayah Lembang Saluallo dan sampai saat ini masih menjalani perawatan," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X