Bawaslu Cari Sopir Ekspedisi yang Bawa Surat Suara KPU Tanah Datar

Kompas.com - 19/04/2019, 18:19 WIB
Ilustrasi surat suara pemilu. KOMPAS.com Ilustrasi surat suara pemilu.

PADANG, KOMPAS.com - Bawaslu Tanah Datar mencari sopir ekspedisi Indah Group yang membawa kertas suara untuk KPU Tanah Datar tanggal 9 April lalu.

Hingga sekarang, Bawaslu Tanah Datar belum menemukan sopir yang merupakan saksi kunci dari kasus tercecernya surat suara KPU Tanah Datar di Salo, Kampar, Riau.

"Kita sedang mencari sopir tersebut. Sopir itu adalah saksi kunci kasus ini," ujar Ketua Bawaslu Tanah Datar, Hamdan yang dihubungi Kompas.com, Jumat (19/4/2019).

Baca juga: Bawaslu Temukan Saksi Coblos 10 Kali Surat Suara di Aceh Utara


Hamdan menyebutkan pihaknya sudah mengantongi nama sopir tersebut dengan inisial "J". Hanya saja, keberadaan J masih belum diketahui sampai sekarang.

"Dari informasi yang kita dapat, J merupakan sopir yang membawa surat suara ke KPU Tanah Datar dan J juga mengantar surat suara ke Kampar pada 9 April lalu. Namun kita belum mengetahui keberadaan J," kata Hamdan.

Hamdan mengatakan pihaknya akan terus melakukan investigasi terhadap kasus ini. Sabtu (20/4/2019) besok, pihaknya akan berangkat ke Kampar untuk mengambil sampel surat suara.

Baca juga: Ratusan Surat Suara Tercoblos Ditemukan di Aceh Utara

Selain itu, Bawaslu Tanah Datar juga akan meminta keterangan saksi yang menemukan surat suara dan Bawaslu Kampar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Close Ads X