KILAS DAERAH

Angka Golput Turun, Wagub Jabar Apresiasi Bupati dan Wali Kota

Kompas.com - 19/04/2019, 09:41 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mempimpin konferensi video atau video conference di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/4/19). Dok Humas Pemprov JabarWakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat mempimpin konferensi video atau video conference di Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/4/19).


KOMPAS.com-Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum lega melihat tingkat partisipasi pemilih berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat pada Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 meningkat dibanding musim pemilihan sebelumnya.

Hal itu terungkap saat ia memimpin konferensi video pada Desk Pilkada Jabar, Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (18/4/19).

"Alhamdulillah saya bangga karena penyelenggaraan pemilu se-Jawa Barat secara umum sukses. Ada kenaikan angka partisipasi pemilih hampir di seluruh daerah, kenaikan paling kecil 5 persen, yang paling besar 16 persen," ujar Uu yang didampingi anggota Bawaslu, KPU Jabar, TNI dan Polri serta unsur Forkopimda yang lain.

Pernyataan itu juga tertulis pada rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (19/4/2019). Pada kesempatan yang sama, Uu memberi apresiasi kepada Bupati dan Wali Kota karena telah berhasil meningkatkan kesadaran politik masyarakat.

“Ini berkat peran kepala daerah dan jajarannya juga,” sambungnya.

Apresiasi terutama ditujukan olehnya pada Wali Kota Bandung Oded M Danial yang berhasil meningkatkan angka pertisipasi pemilih dari pemilu sebelumnya sebelumnya 77 persen menjadi 86,5 persen. 

"Dari laporan Kota Bandung, angka partisipasinya meningkat luar biasa. Penyelenggaraannya juga sangat kondusif dan jujur adil (jurdil). Memang ini yang kami harapkan," kata Wagub.

Dalam konferensi video itu, Uu menanyakan kepada para Bupati dan Wali Kota bagaimana jalannya pemilu di daerah masing-masing.

Hasilnya, penyelenggaraan pemilu di Jawa Barat secara umum berjalan kondusif dan aman. Meski ada kendala teknis seperti keterlambatan kotak suara, kertas suara yang tertukar dan kurang, serta mati listrik, namun hal itu cepat ditangani.

"Dari pantauan kami dan laporan masuk tidak ada masalah yang krusial seperti ada warga yang belum dapat C6 tapi tetap bisa mencoblos karena menggunakan KTP. Ada juga di Pangandaran yang sempat mati lampu saat perhitungan suara dan sedikit kertas yang tertukar di Cianjur tapi semua ditangani dengan cepat dan tidak mengganggu," jelas Uu.

Meskipun begitu, Wagub  tetap mengimbau khususnya kepada aparat untuk lebih fokus pada pengamanan pergeseran kertas suara karena proses tahapan Pemilu masih belum berakhir. Hal itu agar tidak merusak suasana Jabar yang sudah kondusif dan lancar.

"Karena proses tahapan pemilu belum selesai, saya minta kepala daerah bersama TNI Polri untuk fokus perhatiannya pada pergeseran kotak suara agar tidak ada hal yang dapat merusak suasana yang sudah kondusif ini," pintanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Regional
36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X