Ini Alasan Abu Bakar Ba'asyir Golput Pada Pemilu 2019

Kompas.com - 15/04/2019, 18:18 WIB
Amir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir keluar dari ruang pemeriksaan Rumah Sakit Mata Aini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/2/2012). Terpidana perkara terorisme ini menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Aini dan rencananya akan menjalani operasi pada mata kanannya. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESAmir Jamaah Anshorut Tauhid Abu Bakar Baasyir keluar dari ruang pemeriksaan Rumah Sakit Mata Aini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (29/2/2012). Terpidana perkara terorisme ini menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit Aini dan rencananya akan menjalani operasi pada mata kanannya.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Anak terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Abdurrahim Ba'asyir mengatakan, alasan sang ayah tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada Pemilu 2019 karena petugas Lapas tidak memberikan informasi tentang tata cara memperoleh surat keterangan (suket) dan formulir A5.

"Mungkin karena petugas tidak memberikan pencerahan soal itu dan tampaknya beliau juga pasif dan tidak tahu," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (15/4/2019).

Menurut Abdurrahim, sejatinya Abu Bakar Ba'asyir memilik hak memilih karena ia sebagai warga negara Indonesia (WNI), meskipun sang ayah tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejak awal ditangkap.

"Seharusnya beliau tetap dapat hak pilih. Soal KTP bukan alasan, beliau tetap WNI maka tetap punya hak pilih," ujarnya.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Akan Golput di Pilpres 2019

Ia menegaskan, keputusan tidak memilih alias golput adalah hak setiap warga negara, maka hak tersebut harus dilindungi oleh pihak Lapas.

"Ya Itu haknya beliau mau gunakan hak pilihnya atau tidak yang penting kewajiban pihak lapas harus memfasilitasi dulu," tegasnya

Kepala Lapas Gunung Sindur, Sopiana mengatakan belum bisa memberikan keterangan alasan Abu Bakar Ba'asyir memilih golput.

Pasalnya, pihak Lapas telah memasukan seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas III Gunung Sindur ke daftar pemilih sementara (DPS), termasuk Ba'asyir.

"Seluruh WBP di Lapas kami kirimkan DPS-nya walaupun ada informasi beliau tidak mau memilih, tapi kan hari H nya kita enggak tau takutnya beliau berubah (ikut memilih)," katanya.

Baca juga: Keluarga Kecewa Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Ditunda

Terkait suket serta form A5 untuk Ba'syir, pihaknya sudah memberikan informasi ke seluruh warga binaan.

"Iya memang keluarga tidak dikasih tahu, tetapi kan ketika penetapan DPT seluruh warga binaan yang ada di sini dilakukan perekaman ketika terdaftar di daerah di domisilinya. Otomatis dia jadi DPT di Gunung Sindur," terangnya.

Dari total 178 napi teroris di Rutan Gunung Sindur, 112 napi di antaranya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X