Agar Kesejahteraan Meningkat, Risma Bina Warga Rusun Jalankan Bisnis Toko Kelontong

Kompas.com - 15/04/2019, 17:44 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan pembinaan kepada pengelola usaha koperasi toko kelontong rusunawa se-Surabaya di Gedung Siola, Senin (15/4/2019).Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan pembinaan kepada pengelola usaha koperasi toko kelontong rusunawa se-Surabaya di Gedung Siola, Senin (15/4/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Pembinaan Pengelolaan Usaha Koperasi Toko Kelontong Rusunawa se-Surabaya yang ditujukan ke seluruh warga penggerak koperasi yang tinggal di rumah susun (rusun).

Sosialisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sektor ekonomi dan kesejahteraan masyarakat ini dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Gedung Siola, Senin, (15/4/2019).

Dalam pengarahannya, Risma menyuntikkan semangat dan mendukung penuh pelaku pengelola koperasi untuk terus berjuang mengembangkan toko kelontong yang sudah ada.

"Bapak-ibu sekalian, kenapa saya memaksakan untuk membentuk koperasi toko kelontong, itu karena saya ingin sekali keuntungannya bisa dikembalikan untuk warga, untuk anggotanya. Enak toh?" kata Risma.


Risma juga menyampaikan bahwa pembelian barang sudah bisa diakseskan melalui agen yang harganya relatif lebih murah. Sehingga keuntungan yang didapat bisa untuk kesejahteraan para anggota.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu juga memberi peluang selebar-lebarnya kepada seluruh pengurus koperasi agar tidak hanya menjual barang-barang atau kebutuhan pada umumnya.

"Jadi bapak ibu, bisanya apa, boleh dipasarkan. Misalkan setelah ini Lebaran, Bapak-Ibu sekalian bisa membuat kue kering atau punya tumbuh-tumbuhan cabe yang akan panen, boleh dijual juga. Semuanya boleh," ucapnya.

Risma juga berpesan kepada seluruh pengelola koperasi agar lebih keras lagi dalam mencapai kesejahteraan melalui upaya pengembangan toko kelontong.

Pemkot Surabaya akan terus melakukan evaluasi program itu setiap tiga bulan sekali.

"Saya sangat yakin warga Kota Surabaya dapat diajak kerja keras dan hidup lebih sejahtera. Tidak ada yang bisa merubah nasib kita kecuali kita sendiri. Saya berharap training ini diikuti sebaik mungkin," ujar Risma.

Pembinaan Pengelolaan Usaha Koperasi Toko Kelontong tersebut diikuti 120 peserta yang terdiri dari 12 anggota Rusunawa Surabaya.

Pertemuan kali ini juga mengundang beberapa trainer untuk memberi pelatihan seputar pengembangan toko kelontong.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X