BMKG: Titik Panas di Aceh Bertambah dari 4 Jadi 8

Kompas.com - 14/04/2019, 17:00 WIB
Petugas Manggala Agni Daops Dumai menerobos semak belukar untuk menjangkau titik api karhutla yang akan dipadamkan di Jalan Dahlia, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau, Rabu (27/3/2019).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Petugas Manggala Agni Daops Dumai menerobos semak belukar untuk menjangkau titik api karhutla yang akan dipadamkan di Jalan Dahlia, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Dumai, Riau, Rabu (27/3/2019).

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Kantor Stasiun Bandara Sultan Malikussaleh, Kabupaten Aceh Utara mendeteksi jumlah titik panas bertambah di Aceh menjadi delapan titik dan tersebar di Aceh Utara dan Aceh Timur.

Ke-delapan titik itu tersebar satu titik di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, serta di Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur masing-masing tiga dan empat titik.

Baca juga: BRG Sebut Penurunan Titik Panas di Lahan Gambut Capai 90 Persen

Sebelumnya, pada pekan lalu, BMKG hanya mendeteksi empat titik di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Utara.

Prakirawan BMKG, Adil, Minggu (14/4/2019) kepada Kompas.com, menyebutkan penyebab bertambahnya titik panas itu diduga karena curah hujan yang terbilang sedikit dalam beberapa hari terakhir di dua kabupaten itu.

“Jumlah hujannya sedikit di sana, kelembaban udara yang kurang dari 60 persen, temperature di atas 33 derajat celsius yang berdampak pada terbakarnya dedaunan kering dan ilalang,” sebut Adil.

Baca juga: BMKG Deteksi 4 Titik Panas di Aceh

Adil mengimbau, masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar hutan. Pasalnya, kekeringan yang terjadi akhir-akhir ini berpotensi api cepat membesar dan dikhawatirkan dapat terjadi kebakaran lahan.

“Kita imbau agar menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar hutan,” pungkasnya.



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X