Survei Populi Center: Di Jabar, Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 40 Persen, Prabowo-Sandi 35,1 Persen

Kompas.com - 12/04/2019, 15:39 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (kiri) dan no urut 02, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (kiri) dan no urut 02, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com - Lembaga survei Populi Center merilis peta politik di Jawa Barat jelang pemilihan Presiden 2019.

Hasilnya, elektabilitas pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin memperoleh 40,0 persen. Sedangkan, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 35,1 persen.

Survei itu dilakukan dilakukan di 27 kabupaten/kota pada tanggal 5-9 April 2019. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara tatap muka terhadap 945 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error lebih kurang 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Ungkap Survei Internal, BPN Tak Ingin Elektabilitas Prabowo Dianggap Kalah dari Jokowi


"Pertama, dari segi elektabilitas, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 40,0 persen, sedangkan perolehan Prabowo-Sandiaga sebesar 35,1 persen, pemilih yang memutuskan tidak memilih (golput) sebesar 2,0 persen, dan yang memilih tidak menjawab sebesar 22,9 persen," tulis rilis resmi Populi Center yang diterima Kompas.com, Jumat (12/4/2019).

Meningkatnya elektabilitas Jokowi juga dipengaruhi meningkatnya jumlah pemilih di sejumlah wilayah.

Jika pada pilpress 2014, Jokowi unggul di wilayah Pantura (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang), maka pada kontestasi kali ini Jokowi unggul di basis wilayah yang memiliki DPT cukup besar seperti Bandung Raya (Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Cimahi, dan Kabupaten Sumedang) dengan persentase 45,1 persen.

"Sedangkan Prabowo-Sandiaga unggul di wilayah Pemalayon (Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kota Depok) dengan 44,4 persen, Priangan Barat (Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi) dengan 43,9 persen, dan Priangan Timur (Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya) dengan 42 persen," tulis Populi Center.

Dalam hasil survei itu, berdasarkan tabel sebaran pemilih terkait dengan kemantapan pilihan, dari 40,0 persen elektabilitas Jokowi-Ma'ruf, sebesar 48,8 persen dari persentase tersebut telah mantap memilih Jokowi-Ma'ruf, hanya 24,3 persen yang masih mungkin berubah.

Artinya separuh lebih pemilih Jokowi-Ma'ruf mayoritas sudah solid untuk mendukung kemenangan di Pilpres 2019.

Baca juga: Kampanye di Lamongan, Maruf Amin Ingin Mantapkan Elektabilitas di Jatim

Berbeda dengan pemilih Prabowo-Sandiaga, dari 35,1 persen elektabilitas Prabowo-Sandiaga, sebesar 38,8 persen dari persentase tersebut telah mantap memilih Prabowo-Sandiaga, di sisi lain sebesar 35,7 persen masih mungkin berubah.

Artinya, separuh dari pemilih Prabowo-Sandiaga belum solid memilih. Dengan kata lain, Prabowo-Sandiaga berpotensi kehilangan separuh suara dari 38,8 persen elektabilitasnya.

"Meski demikian, perlu untuk diperhatikan angka 24,9 persen yang masih belum menentukan pilihan," tulis Populi Center. 



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X