Polisi Gelar Reka Ulang Pembunuhan ASN Wanita oleh Oknum Dosen UNM

Kompas.com - 11/04/2019, 20:08 WIB
WJ (43) memperagakan saat tengah memecahkan kaca mobil korban menggunakan batu dalam reka ulang yang digelar penyidik Kepolisian Resor (Polres) Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis, (11/4/2019). KOMPAS.com / ABDUL HAQ WJ (43) memperagakan saat tengah memecahkan kaca mobil korban menggunakan batu dalam reka ulang yang digelar penyidik Kepolisian Resor (Polres) Gowa, Sulawesi Selatan. Kamis, (11/4/2019).

GOWA, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan terhadap Zulaiha (37), aparat sipil negara (ASN) Universitas Negeri Makassar pada Jumat (22/3/2019) lalu memasuki babak baru.

Penyidikan kepolisian mengadirkan tersangka WJ (WJ) dalam reka ulang yang digelar pada pukul 14.00 Wita, Kamis (11/4/2019).

Reka ulang diawali dengan pertemuan korban dengan tersangka di halaman Gerai Telkom di Jalan Andi Pangerang Petta Rani, Makassar, tampat WJ memarkirkan mobilnya dan berpindah ke mobil korban.

Dalam perjalanan terjadi adu mulut antara keduanya hingga korban menampar pipi tersangka. Tersangka marah, lalu membanting setir dan memarkir mobil di halaman pertokoan Permata Sari, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.


"Dia yang mulai tempeleng saya, jadi saya banting setir mobil," kata WJ saat memperagakan reka ulang tersebut.

Baca juga: Suami Korban Pembunuhan Sadis oleh Dosen UNM: Saya Tidak Akan Lupa...

Di halam pertokoan tersebut, tersangka memukul wajah korban hingga membuat korban pingsan dalam kondisi duduk di kursi mobil depan sebelah kiri.

Tersangka kemudian memacu mobil tersebut ke Kabupaten Gowa dan berhenti di Kelurahan Mawang, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa.

Di lokasi ini korban terus melakukan perlawanan hingga tersangka mencekik korban hingga membuat korban kembali pingsan

Tersangka kemudian memacu mobil milik korban dan berhenti di depan ruko kosong di Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa.

Di lokasi ini korban masih sempat bergerak, namun tersangka menjerat leher korban dengan seat belt atau sabuk pengaman hingga tewas.

Pelaku kemudian panik dan meninggalkan korban di dalam mobil. Namun pelaku kembali lagi untuk mengambil telepon seluler milik korban.

Saat hendak meninggalkan lokasi, tersangka kemudian mengambil batu dan memecahkan kaca mobil korban. Selanjutnya pelaku kabur dengan menumpang kendaraan motor yang melintas.

"Reka ulang ini kami lakukan untuk mengetahui secara detil jarak pertemuan korban hingga momentum tersangka menghabisi nyawa korban, dan ini bagian dari metode scientific investigation yang diterapkan oleh penyidik," kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga.

Baca juga: Suami Staf Kampus Ungkap Istrinya Curhat Dosen UNM Tak Puas Keuntungan Proyek

Jasad Zulaiha ditemukan pada Jumat pagi dalam kondisi leher terjerat sabuk pengaman di dalam mobilnya beberapa pekan lalu. Aparat kepolisian yang melakukan penyelidikan kemudian membekuk WJ yang merupakan rekan kerja korban dan berprofesi sebagai dosen bergelar doktor.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Fakta Kunjungan Jokowi ke Kupang, Disambut Pelajar hingga Berencana Kunjungi Papua

Regional
Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Kapolda Berharap Gubernur Papua Sampaikan Pesan yang Menyejukkan

Regional
Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Bima Arya Akan Terus Munculkan Wacana Bogor Raya ke Publik

Regional
Mahasiswa Minta KPK Tak 'Gantung' Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Mahasiswa Minta KPK Tak "Gantung" Kasus Wali Kota Tasikmalaya

Regional
Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Ketua Nasdem Tanjungpinang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pidato Rasis

Regional
Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Regional
Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Regional
Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Disangka Asap Pembakaran Sampah, Ternyata Masjid Terbakar

Regional
Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Prada DP Dituntut Penjara Seumur Hidup, Ibu Fera: Kami Tidak Terima...

Regional
Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Satu Jaksa Jadi Tersangka KPK, Kejati DIY Minta Maaf pada Sri Sultan HB X dan Masyarakat

Regional
Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Sempat Sarankan Cari Pria Lebih Muda

Regional
Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Pengamat Unpar: Kecemburuan Jadi Sebab Bekasi Ingin Gabung Jakarta

Regional
Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Aksi Protes Rasisme Kembali Terjadi di Papua, Kali Ini di Nabire dan Yahukimo

Regional
Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Prada DP Menangis Dituntut Penjara Seumur Hidup dan Dipecat dari Satuan

Regional
'Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... '

"Rumah Mbah Parno Itu Dulu Kandang Kambing, Tidak Ada SPPT... "

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X