Keluarga Khawatir, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Bakal Banding

Kompas.com - 11/04/2019, 19:08 WIB
Amiruddin, salah satu ayah korban pembunuhan yang dilakukan Muhammad Ilham Agsari, dan Sulkifli Amir, yang divonis hukuman mati oleh hakim PN Makassar, Kamis (11/4/2019) Kompas.com/HIMAWAN Amiruddin, salah satu ayah korban pembunuhan yang dilakukan Muhammad Ilham Agsari, dan Sulkifli Amir, yang divonis hukuman mati oleh hakim PN Makassar, Kamis (11/4/2019)

MAKASSAR, KOMPAS.com - Meski dua terdakwa pembunuhan satu keluarga di Makassar, sudah divonis hukuman mati oleh hakim PN Makassar.

Tetapi pihak keluarga korban, masih khawatir akan hukuman eksekutor pembunuhan yang menewaskan enam orang itu bakal berubah.

Pasalnya, majelis hakim PN Makassar, memberikan jangka waktu satu minggu kepada kedua terdakwa Muhammad Ilham Agsari, dan Sulkifli Amir.

Baca juga: Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Divonis Hukuman Mati

 

Untuk mengajukan banding terhadap vonis yang diterimanya. Salah satu orangtua korban, Amiruddin, menyampaikan hal tersebut.

"Tadi kan hakim sempat berikan waktu sampai satu minggu kalau tidak salah, supaya terdakwa ini mau pikir-pikir untuk banding atau tidak. Jangan sampai banding diterima, mungkin ada pengaruhnya dengan vonis matinya ini," kata Amiruddin saat ditemui di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Hari Ini, Dua Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Jalani Sidang Vonis

Amir menyikapi keputusan hakim PN Makassar, yang diketuai Supriyadi, dinilainya adil dalam memberikan hukuman. Menurutnya, hukuman itu sudah sewajarnya diberikan kepada dua terdakwa tersebut.

Hal ini juga terlihat kepada kerabat korban lainnya, yang menyaksikan langsung putusan ini. Sewaktu hakim memutus pidana mati kepada kedua terdakwa, semuanya tampak lega.

"Kita merasa bersyukur sekali meski sekarang kita masih menahan sakit dan kepedihan tapi tetap kami bersyukur. Cuma yang saya khawatikan itu kan diberi banding tujuh hari mudah-mudahan hukumannya tetap sama nanti. Itu harapan kita dan keluarga," harap Amir.

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Makassar Ingin Pelaku Dihukum Mati

Sementara itu, pendamping hukum kedua terdakwa, dari Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) PN Makassar, hingga saat ini belum memberikan keterangan terkait langkah yang akan ditempuh.

Namun dalam persidangan, salah satu pendamping hukumnya yang bernama Sri Wahyuni mengaku, masih akan berkoordinasi dengan kedua terdakwa.

"Kami masih akan pikir-pikir yang mulia," kata salah satu pendamping hukum Sri Wahyuni.

Baca juga: Ini Alasan Mahasiswa Makassar Pukul Polisi Saat Demo

Dua terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, dijatuhi hukuman mati oleh majelis Pengadilan Negeri Makassar, Kamis.

Dua terdakwa Andi Muhammad Ilham Agsari, dan Sulkifli Amir, hanya bisa meneteskan air mata mendengar keputusan tersebut. 

Dalam amar putusan yang dibacakan ketua majelis hakim Supriyadi. Kedua terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana kepada Ahmad Fahri, dengan cara membakar rumah milik Sanusi, yang pada akhirnya turut menewaskan enam orang penghuni rumahnya. 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Otak Penyerangan Acara Midodareni Ditangkap di Rumah Terduga Teroris di Jepara

Otak Penyerangan Acara Midodareni Ditangkap di Rumah Terduga Teroris di Jepara

Regional
Hadapi Musim Hujan, Gubernur Ganjar: Jateng Sudah Susun Peta Bencana

Hadapi Musim Hujan, Gubernur Ganjar: Jateng Sudah Susun Peta Bencana

Regional
Foto Calon Petahana Pilkada Jember di Ambulans Desa Ditutup Lakban, Bawaslu: Kami Tidak Merusak, tapi...

Foto Calon Petahana Pilkada Jember di Ambulans Desa Ditutup Lakban, Bawaslu: Kami Tidak Merusak, tapi...

Regional
Bulog: Dari Ribuan Karung, Hanya 1 yang Berisi Beras Plastik, Itu Sangat Janggal

Bulog: Dari Ribuan Karung, Hanya 1 yang Berisi Beras Plastik, Itu Sangat Janggal

Regional
Wakil Bupati Kubu Raya Kalbar Umumkan Dirinya Positif Corona

Wakil Bupati Kubu Raya Kalbar Umumkan Dirinya Positif Corona

Regional
Bertambah 29, Kasus Positif Covid–19 di Kalbar Capai 1.011 Orang

Bertambah 29, Kasus Positif Covid–19 di Kalbar Capai 1.011 Orang

Regional
Kejati Jambi Gagal Tangkap Buronan Korupsi karena Tak Berani Masuk Pekarangan Rumah

Kejati Jambi Gagal Tangkap Buronan Korupsi karena Tak Berani Masuk Pekarangan Rumah

Regional
Satu Terduga Teroris di Jepara Terlibat Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Midodareni di Solo

Satu Terduga Teroris di Jepara Terlibat Kasus Penganiayaan dan Pembubaran Midodareni di Solo

Regional
Zona Merah Covid-19 di Banjarmasin Tersisa 1 Kelurahan

Zona Merah Covid-19 di Banjarmasin Tersisa 1 Kelurahan

Regional
Sebuah Mobil Avanza di Kediri Terbakar Saat Antre BBM

Sebuah Mobil Avanza di Kediri Terbakar Saat Antre BBM

Regional
Curi Ban Serep, Seorang Pria di Medan Todongkan Senjata ke Penjaga

Curi Ban Serep, Seorang Pria di Medan Todongkan Senjata ke Penjaga

Regional
Pamit Pulang untuk Beri Makan Hewan Piaraan, Pria Ini Ditemukan Tewas di Rumah Kebun

Pamit Pulang untuk Beri Makan Hewan Piaraan, Pria Ini Ditemukan Tewas di Rumah Kebun

Regional
Protes Hasil Pengumuman CPNS, Massa Bakar Kantor Disnaker Keerom

Protes Hasil Pengumuman CPNS, Massa Bakar Kantor Disnaker Keerom

Regional
Pemuda 19 Tahun Bawa Kabur Siswi SD, Ngaku Pacaran dan Ditangkap Saat Menyeberang ke Malaysia

Pemuda 19 Tahun Bawa Kabur Siswi SD, Ngaku Pacaran dan Ditangkap Saat Menyeberang ke Malaysia

Regional
Bawa Kabur Siswi SD, Seorang Pemuda Diamankan TNI Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia

Bawa Kabur Siswi SD, Seorang Pemuda Diamankan TNI Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X