Tim DVI Polda Papua Kesulitan Kumpulkan DNA Pembanding Korban Banjir Sentani

Kompas.com - 10/04/2019, 19:54 WIB
Proses pemakaman massal 20 jenazah korban bencana banjir bandang Kabupaten Jayapura, Papua, yang tidak dapat diidentifikasi Tim DVI Polda Papua (27/03/2019) KOMPAS.com/Dhias SuwandiProses pemakaman massal 20 jenazah korban bencana banjir bandang Kabupaten Jayapura, Papua, yang tidak dapat diidentifikasi Tim DVI Polda Papua (27/03/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Hingga kini Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Papua kesulitan untuk mengumpulkan DNA pembanding untuk mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana banjir Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Total ada 20 jenazah yang telah dikuburkan secara massal, dan belum dapat diidentifikasi menggunakan data antem mortem.

"Jadi masih ada tiga keluarga. Ada dua di Pegunungan Bintang, tapi posisinya ada di Distrik Batom. Tadi kita cek di bandara, tidak ada penerbangan reguler ke situ, yang ada penerbangan carter, kalau carter kita tidak ada biaya," ujar Kepala Bidokes Polda Papua, Kombes Pol dr Ramon Amiman di RS Bhayangkara Jayapura, Rabu (10/04/2019).

"Ada satu keluarga yang melapor kehilangan keluarganya di Jakarta, tapi dia kurang respons. Kalau sebenarnya dia respons, kita tidak perlu ke sana, kita tinggal minta tolong polres terdekat untuk mengambil DNA-nya," sambung Ramon.

Baca juga: Dua Pos Pengungsi Utama Ditutup, Korban Banjir Sentani Menyebar ke Tempat Ibadah

Menurut dia, kini proses identifikasi DNA di RS Bhayangkara Keramat Jati Jakarta sudah berjalan dan belum ada hasil yang dapat dipublikasikan.

Ramon memperkirakan satu bulan ke depan hasil identifikasi DNA sudah didapatkan.

"Pemeriksaan terhadap DNA 20 jenazah sedang berjalan, kalau sudah ada hasil kita akan umumkan. Sampai sekarang sudah ada 28 sample DNA dari pihak keluarga yang dikirim ke Jakarta," katanya.

Pasca-bencana banjir bandang yang menerjang Kabupaten Jayapura, Papua, pada 16 Maret 2019, total 98 kantung jenazah masuk ke RS Bhayangkara Jayapura. Sebanyak 78 jenazah bisa diidentifikasi dan 20 lainnya dikuburkan secara massal.

Baca juga: Terus Didampingi, Korban Banjir Sentani Masih Trauma

Sebelum memakamkan korban banjir secara massal, Tim DVI Polda Papua telah mengambil contoh sel DNA 20 jenazah dan dikirimkan ke Jakarta untuk dicocokkan dengan DNA dari masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarganya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Oknum Brimob yang Diduga Jual Senjata ke KKB Akan Dijerat Pidana Umum

Regional
Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Kronologi Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Buat Kerangka Jendela Pesanan Pembeli

Regional
Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Aktivitas Merapi Meningkat, Bupati Magelang Minta Jalur Evakuasi Diperiksa

Regional
Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Hamil 9 Bulan, Lisnawati Tewas Setelah Jatuh Terpelesat Saat Terjadi Gempa, Ini Kronologinya

Regional
Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Pencarian Santri yang Hanyut di Air Terjun Tibu Atas Dilanjutkan, Tim Penyelam Diturunkan

Regional
3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

3 Anggota DPRD Cilacap Positif Covid-19, Kontak dengan Anggota Dewan yang Meninggal

Regional
Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Celingak-Celinguk dan Melarikan Diri, Aksi Pasien Covid-19 di Solo Ini Terekam CCTV

Regional
Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Pengakuan Pria yang Bunuh Selingkuhannya di Hotel: Saya Menyesal dan Khilaf

Regional
Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Jalan Kaki 7 Jam Sejauh 27 Km di Sumbawa, Gubernur NTB: Alam Kita Indah Kalau Hutan Terjaga

Regional
Gubernur NTT: Kondisi Komodo Baik-baik Saja

Gubernur NTT: Kondisi Komodo Baik-baik Saja

Regional
Seorang Ibu Hamil Tewas akibat Gempa Mamuju, Korban Jatuh Terpeleset

Seorang Ibu Hamil Tewas akibat Gempa Mamuju, Korban Jatuh Terpeleset

Regional
Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X