Dua Pos Pengungsi Utama Ditutup, Korban Banjir Sentani Menyebar ke Tempat Ibadah

Kompas.com - 08/04/2019, 18:14 WIB
Masyarakat di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, yang sedang mengungsi di Gereja GKI Elim Ayapo. Kampung mereka terendam air Danau Sentani yang meluap hingga 2 meter KOMPAS.com/Dhias SuwandiMasyarakat di Kampung Ayapo, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, yang sedang mengungsi di Gereja GKI Elim Ayapo. Kampung mereka terendam air Danau Sentani yang meluap hingga 2 meter

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pos Pengungsian GOR Touware dan Stadion Barnabas Yowe resmi ditutup dan korban bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura mulai menyebar ke beberapa titik.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Samiana Sambodo mengatakan, penutupan dua posko tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama.

"Itu keputusan bersama untuk dikosongkan, sebagian ( pengungsi) sudah pulang, tapi sebagian dipindah ke posko lain dan umumnya mereka pindah ke gereja," kata Sambodo, saat dihubungi Senin (8/4/2019).

Baca juga: Terus Didampingi, Korban Banjir Sentani Masih Trauma

Para pengungsi, terang Sambodo, menginginkan untuk pindah ke tempat yang lebih dekat dengan tempat tinggal sebelumnya yang terkena bencana.

Selain itu, mereka juga ingin berkumpul dengan komunitasnya, sementara di tempat pengungsian sebelumnya mereka harus bergumul dengan banyak orang yang belum dikenal.

"Tadinya mereka dicampur dengan beberapa komunitas, itukan beda-beda jadi mereka maunya pisah sendiri dan bergabung dengan komunitasnya," kata dia.

Sambodo mengakui, hingga kini, tim gabungan penanggulangan bencana banjir Sentani masih mendata jumlah sub pos pengungsi setelah kedua posko tersebut ditutup.

Pendistribusian bantuan dari Pos Induk Kantor Bupati Jayapura kini diakuinya jadi lebih rumit karen titik yang diantarkan jadi semakin banyak.

Baca juga: Pasca-banjir Bandang Sentani, 7.600 Orang Masih Mengungsi

Terkait hal tersebut, Sambodo mengimbau pihak manapun yang ingin memberikan bantuan dapat menyerahkannya ke Posko Induk untuk kemudian didistribusikan ke pos-pos pengungsian.

"Kalau bisa (bantuan) masuk ke Posko Induk supaya pendistribusiannya lebih teratur. Ada yang langsung ke titik-titik pengungsi, nah ini yang kami tidak bisa deteksi," ujar dia.

Sambodo juga meminta bantuan yang diberikan tidak dalam bentuk makanan jadi, karena dari Posko Induk masih ada dapur umum yang rutin memasak dan menyalurkannya ke titik-titik pengungsian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X