PT Pindad akan Produksi Amunisi Kaliber Sedang di Malang

Kompas.com - 09/04/2019, 21:12 WIB
General Manajer Senjata PT Pindad Yayat Ruyat, usai seminar teknologi munisi kaliber sedang (20 ? 40 mm) dan pembangunan kapabilitas di Indonesia, di Sentul, Bogor, Selasa (9/4/2019). Afdhalul Ikhsan Kompas.com General Manajer Senjata PT Pindad Yayat Ruyat, usai seminar teknologi munisi kaliber sedang (20 ? 40 mm) dan pembangunan kapabilitas di Indonesia, di Sentul, Bogor, Selasa (9/4/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Perusahaan industri pembuatan produk militer atau PT Pindad (Persero), akan membangun lini produksi amunisi kaliber sedang dalam tiga tahun ke depan di Turen, Kabupaten Malang.

General Manajer Senjata PT Pindad Yayat Ruyat, mengatakan, salah satu alasan dibangunnya produksi amunisi tersebut. Karena selama ini Indonesia masih sangat tergantung impor luar negeri sehingga ke depannya harus bisa lebih mandiri.

"Pindad akan membangun kemampuan munisi kaliber sedang dalam dua sampai tiga tahun ke depan di Turen," katanya kepada Kompas.com usai seminar teknologi munisi kaliber sedang (20 – 40 mm) dan pembangunan kapabilitas di Indonesia, di Sentul, Bogor, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Menhan Malaysia Disebut Tertarik Medium Tank Pindad

"Selama ini Indonesia masih impor semuanya, dari membeli senjata luar negeri untuk kaliber sedang, termasuk juga membeli amunisinya," sambungnya.

Sebelum memulai produksi, kata dia, pihaknya akan menerima masukan dalam Forum Group Discussion (FGD) oleh pihak yang berkaitan, untuk mengetahui jenis munisi kaliber seperti apa. Jumlah peluru sebanyak apa, dan standar penggunaan senjatanya.

"Kita mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan, seperti Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), para user (TNI), pemerintahan, dan institusi penelitian, untuk bagaimana membangun kapabilitas munisi kaliber sedang dalam negeri," ucapnya.

Baca juga: Kurangi Impor, Ridwan Kamil Berencana Beli Produk Pindad hingga LEN

Selain itu, rangkaian kegiatan ini juga memperingati HUT Pindad ke 36. Yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan melalui diskusi bagi para pengguna, pembuat kebijakan, industri, peneliti untuk pengetahuan dasar teknologi amunisi kaliber, rudal dan roket.

"Memberi edukasi kepada seluruh pihak, berkaitan mengenai teknologi amunisi kaliber sedang. Jadi semua tau apa sih bedanya munisi kaliber sedang dan kecil apa standarnya bagaimana menggunakannya," ungkapnya.

Baca juga: Kecelakaan Truk Pindad vs Pick Up, 1 Tewas dan 2 Luka

Lanjutnya, rencana membuat lini produksi perakitan amunisi kaliber sedang itu meliputi 20 mm, 25 mm, 30 mm, 40 mm serta armor piercing, high explosive, smoke, illumination, training dan anti personnel cartridges yang memiliki kemampuan untuk melawan light armor, materiel dan personel targets.

"Kami ingin mendapatkan dukungan dari pemerintah, ada keberpihakan secara anggaran. Kemudian jika telah selesai lini produksinya, kami lakukan sertifikasi diharapkan nanti bisa digunakan di TNI kita termasuk mencari peluang ekspor," harapnya.

Seperti diketahui, sejauh ini Pindad telah memproduksi berbagai macam amunisi yang sesuai dengan standar NATO, Munisi Kaliber Kecil (MKK) dari 5,56 mm hingga 12,7 mm dan amunisi khusus seperti mortar, granat dan piroteknik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

3 Tenaga Kesehatan Haji Positif Covid-19

Regional
Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Positif Covid-19 di Mimika Bertambah Jadi 8 Kasus, 1 Meninggal Dunia

Regional
Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Resmi Beroperasi, RS Darurat di Pulau Galang Belum Menerima Pasien

Regional
Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Pasien Positif 03 di Lampung Sembuh, Beri Semangat ke Pasien Lain via Video

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulsel: 82 Positif, 263 PDP, 2.166 ODP

Regional
2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

2 PDP Covid-19 di Kota Banjar Meninggal, Warga Diingatkan Patuhi Aturan Pemerintah

Regional
Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 16 Orang

Regional
Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Terdengar Suara Benda Jatuh di Atap Rumah, Ternyata Bayi Dibuang Ibunya

Regional
Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Polisi Aceh Perketat Wilayah Laut, Antisipasi TKI dari Malaysia

Regional
Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Masuk ke Kota Padang Wajib Gunakan Masker jika Tak Ingin Kena Denda

Regional
Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Kegigihan Napi Perempuan, Produksi Masker di Tengah Wabah Corona

Regional
Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Ditemukan 21 Klaster Penyebaran Virus Corona di Jatim, Pelatihan Petugas Haji Terbesar

Regional
Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Dalam 3 Hari, Tiga PDP di Banjarmasin Meninggal, 2 Orang Positif Covid 19

Regional
Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Sumbangan Berdatangan, Ribuan APD Siap Dibagikan kepada Tim Medis

Regional
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Halmahera Barat, Maluku Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X