Kurangi Impor, Ridwan Kamil Berencana Beli Produk Pindad hingga LEN

Kompas.com - 31/10/2018, 22:54 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri BUMN Rini Soemarno saat melihat senjata produksi PT Pindad dalam acaraExcelen: Inovasi Untuk Negeri yang digagas PT LEN Industri, di Jalan Sukarno-Hatta, Rabu (31/10/2018).  KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Menteri BUMN Rini Soemarno saat melihat senjata produksi PT Pindad dalam acaraExcelen: Inovasi Untuk Negeri yang digagas PT LEN Industri, di Jalan Sukarno-Hatta, Rabu (31/10/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat ( Jabar) Ridwan Kamil mengaku tertarik untuk membeli sejumlah produk BUMN. Pembelian produk BUMN berteknologi terkini ini diyakininya dapat mengurangi impor pada barang asing. 

Hal itu dikatakan Ridwan Kamil saat hadir dalam acara Excelen: Inovasi Untuk Negeri yang digagas PT LEN Industri, di Jalan Sukarno-Hatta, Rabu (31/10/2018).

Dalam acara itu, pria yang akrab disapa Emil tersebut sempat melihat sejumlah produk berteknologi tinggi dari sejumlah perusahaan pelat merah. Ia pun cukup antusias lantaran banyak produk dalam negeri yang bisa ia terapkan selama memimpin Jabar.

"Iya kan begini jadi kita itu banyak tidak tahu apa produk-produk yang ada di BUMN. Jadi hari ini saya sangat senang ternyata ada produk solar yang sudah siap kita bisa masalkan ke seluruh kota kabupaten dengan produk lokal, dengan kebijakan. Karena ada Perda terkait dengan energi terbarukan," ucap Emil.


Baca juga: Sedih Dengar Berita Tuti Tursilawati, Ridwan Kamil Kaji Larangan Warga Jabar Jadi TKI

"Ada produk Lentera jadi kalau ada kebencanaan listriknya langsung nyala tanpa nunggu PLN dulu, lama kan. Kita butuh buat BPBD," tambahnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar juga telah memesan perahu pengangkut sampah kepada PT Pindad. Rencananya, perahu sampah itu akan diuji coba pekan depan.

"Kemudian dengan Pindad pesanan saya buat mengambil sampah, perahu sampah di Citarum contohnya sudah selesai. Minggu depan kita coba ya," ujarnya.

Mantan Wali Kota Bandung itu menilai, pemerintah daerah perlu proaktif dalam memanfaatkan teknologi buatan dalam negeri. Namun, kata Emil, BUMN juga perlu responsif melakukan pendekatan isu persoalan di daerah.

"Kita lihat nanti daripada harus beli di luar negeri. Jadi produknya banyak yang dibutuhkan dengan dua cara. Mereka punya apa kita pasarkan kita bantu, kebutuhan rakyat Jabar kita tanyakan bisa gak bikin produknya," kata Emil.

Baca juga: Menteri Rini: Pak Ridwan Kamil, Saya Kejar Lho Orderannya...

"Salah satunya saya mau mengkonversi kompor gas ke kompor listrik supaya lebih murah, lebih aman, tidak banyak repot tapi belum ada produknya. Bisa gak PT LEN bikin, saya populerkan ke ibu-ibu, emak-emak se-Indonesia dan Jabar," lanjut Emil.

Menurut Emil, saat ini pemerintah bisa memaksimalkan produk dalam negeri dan mengurangi belanja produk yang muatan dolarnya besar.

"Semakin banyak muatan dolar yang impor-impor ya itu tadi barang mahal kita tergantung. Maka saya komit, tapi kalau saya gak ada info apa yang mau saya beli. Nah hari ini adalah proses terjadinya info tadi. Maka saya bilang, kalau saya gubernur ke luar negeri bekali saya dengan brosur produk BUMN di Jabar nanti saya bantu jadi marketingnya supaya ada hubungan bisnis yang langsung," jelasnya. 

Baca juga: Di Hadapan Menteri Rini, Ridwan Kamil Siap Bantu Jualan Produk BUMN

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuh Bocah 7 Tahun Tidur dan Ngorok, Polisi Gotong Beramai-Ramai

Pembunuh Bocah 7 Tahun Tidur dan Ngorok, Polisi Gotong Beramai-Ramai

Regional
Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Regional
Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Diusung PDI-P di Pilkada Ngawi, Ini Kata Dwi Rianto Jatmiko

Regional
Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Viral Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang, Pemkab Akan Laporkan Penyebar Video ke Polisi

Regional
Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Final Persija Vs Persebaya, Polisi Siapkan 7.000 Personel hingga Gelar Nonbar

Regional
Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Kisah Pelajar Pedalaman Flores, Bertaruh Nyawa Menyeberangi Sungai

Regional
Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Dituduh Menculik Anak, Nenek Pemulung: Untuk Apa, Hidup Saya Sendiri Sudah Susah

Regional
Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Seorang Ibu Pergoki Anaknya yang Berusia 8 Tahun Dicabuli Tetangga

Regional
Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Ini Upaya Pemerintah Kota Semarang Perangi Narkoba

Regional
Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Pilkada Sulut 2020, Pengamat: PDI-P Paling Siap, Nasdem Dilema

Regional
Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Remas Payudara Remaja Putri Lagi Joging, Mahasiswa Ini Diburu Polisi

Regional
Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Calon Kepala Daerah dari PDI-P di 6 Daerah di Jateng Berpotensi Lawan Kotak Kosong

Regional
Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Stok Air di Batam Hanya Cukup Sampai Mei, Warga Batam Diimbau Berdoa

Regional
Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Oknum Polisi Jadi Kurir 35 Kg Sabu di Riau, BNN Minta Pelaku Digantung

Regional
Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Jalan Pangkal Flyover di Muara Enim Ambles, 4.700 Warga Terancam Terisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X