Kampanye di Kupang, Jokowi Janji Cek Dana Desa ke Lapangan

Kompas.com - 09/04/2019, 08:15 WIB
Capres nomor urut 01 Jokowi saat kampanye di Kota Kupang, Senin (8/4/2019)KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE Capres nomor urut 01 Jokowi saat kampanye di Kota Kupang, Senin (8/4/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi), berkampanye di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Senin (8/4/2019).

Di hadapan puluhan ribu warga NTT, Jokowi menanyakan soal dana desa yang ada di NTT.

" Dana desa sudah diterima belum. Ada tidak dananya,"ucap Jokowi, yang disambut teriakan warga.


Baca juga: Hari Ini, Jokowi Kampanye di Karawang, Bandung, dan Solo

Saat ditanya terkait dana desa, massa pendukung yang hadir, tidak ada yang menjawab pertanyaan itu.

Karena tidak ada yang menjawab, Jokowi pun berjanji akan mengecek sendiri soal dana desa tersebut.

"Nanti saya akan cek ke lapangan mengenai dana desa," ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Targetkan 70 Persen Suara di Kalimantan Tengah

Jokowi pun melanjutkan orasinya, dengan membeberkan sejumlah programnya, seperti infrastruktur dan juga tiga kartu sakti yang akan diberikan kepada warga.

Saat kampanye di Kota Kupang, Jokowi hanya berorasi sekitar 10 menit lamanya.

Setelah memberikan sambutan, Jokowi lalu memberi contoh simulasi pencoblosan bersama sejumlah pengurus partai pendukung.

Usai memberikan contoh simulasi, Jokowi bersama rombongan, lalu bergerak ke arah Bandara El Tari Kupang, untuk melanjutkan perjalanan kampanye ke tempat lain.(K57-12).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X