Penjelasan Caleg Demokrat Terkait Tuduhan Menganiaya Panwascam di Pamekasan

Kompas.com - 06/04/2019, 23:06 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Samhari, Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat, menjelaskan kronologi penganiayaan dua anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Waru, Pamekasan yang dituduhkan kepadanya, Penganiayaan terjadi pada Kamis (4/4/2019).

Samhari menjelaskan, awalnya dia menerima telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Di perbincangan telepon itu, Samhari dikabari bahwa balihonya yang berada di simpang tiga Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, sudah disobek.

Pelakunya, kata si penelepon merupakan petugas dari kantor kecamatan.

"Setelah saya terima informasi itu, saya check ke lokasi karena saya tidak percaya informasi itu. Ternyata di lokasi, baliho saya sudah disobek. Saya kemudian ke Kantor Panwascam Waru. Namun, tidak ada orang sama sekali, yang ada hanya beberapa motor dan mobil," ujar Samhari saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (6/4/2019).

Baca juga: Bawaslu Jatim Kecam Oknum Caleg yang Pukul Panwascam di Pamekasan

Samhari sempat menunggu 30 menit. Samhari kemudian menghubungi nomor telepon orang yang memberi informasi perusakan baliho. Pemilik nomor mengatakan salah orang.

Karena salah orang, Samhari menghubungi Ketua Panwascam Waru, Tohiruddin. Samhari memperkenalkan diri baik-baik.

"Tohir bilang ada di kantor kecamatan. Padahal saya di kantor kecamatan. Saya tanya lagi, ternyata Tohir bilang ada di luar kantor sedang menurunkan baliho yang lain. Saya datangi dia di sekitar RSUD Waru," ujar Samhari. 

Baca juga: Diduga Aniaya Dua Panwas, Caleg Demokrat Dilaporkan ke Polisi

Tiba di lokasi, Samhari kemudian bertanya kepada orang-orang yang sedang menurunkan baliho.

"Siapa yang menyobek baliho saya?" tanya Samhari.

Tohir kemudian menjawab penuh lantang, bahwa dia yang menyobek baliho Samhari.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

7 Unsur Pimpinan BRI Kanwil Malang Terkonfirmasi Positif Corona

Regional
Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Kronologi Penangkapan Seluruh Terduga Pemerkosa Ibu Muda di Bangkalan

Regional
Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Protes Nama Calon di Pilkada, Kader dan Simpatisan DPD II Golkar Blokade Jalan Protokol

Regional
Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di 'Freezer' Kapal Nelayan China

Satu Jasad Pekerja WNI Ditemukan di "Freezer" Kapal Nelayan China

Regional
Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Wali Kota Ambon Ungkap Alasan Minta Mobil PCR ke Menkes

Regional
iPhone Rp 20 Juta Dijambret, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

iPhone Rp 20 Juta Dijambret, Alena Kartaeva, WNA Rusia Menangis di Jalan

Regional
Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel Divonis 6 Bulan Penjara

Regional
Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Bupati Ponorogo: Pondok Gontor Klaster Baru Covid-19

Regional
6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

6 Santri Baru Pondok Gontor Positif Covid-19, 117 Orang Diduga Kontak Dekat

Regional
Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Pura-pura Terima Telepon, Seorang Pria di Tegal Jambret HP Bocah 10 Tahun

Regional
Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Akun IG Diduga Milik Petugas P2TP2A Tersangka Pencabulan Dicaci Maki Warganet

Regional
Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Kasus Video Dokter Tanpa Busana, Tersangka Ingin Minta Maaf Langsung kepada Korban

Regional
Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Terjepit Eskalator Pasar, Anak 4 Tahun Terbanting dan Luka

Regional
Diajak 'Wikwik' Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Diajak "Wikwik" Melalui Facebook, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan

Regional
Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Ganjar Usul Arisan ICU di Setiap RS Rujukan di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X